7DetikNews ,MAKASSAR — Kelurahan Daya terus menunjukkan komitmen nyata dalam menanggulangi masalah persampahan di wilayahnya. Melalui penguatan program pemilahan dan pengolahan sampah terpadu, pihak kelurahan berupaya membangun kesadaran kolektif warga sekaligus mewujudkan lingkungan pemukiman yang bersih, asri, dan sehat.
Lurah Daya, Andhyka Agrianto, S.STP, menepis kekhawatiran warga terkait alur pengangkutan sampah rumah tangga yang telah dipilah. Ia menegaskan bahwa seluruh sampah terpilah dijamin akan tetap diangkut petugas untuk diproses lebih lanjut di Bank Sampah/Tempat Pemilahan Sampah Kelurahan Daya.
“Seluruh sampah yang sudah dipilah oleh warga tetap kami angkut dan akan kami olah kembali di tempat pemilahan sampah yang ada di Kantor Kelurahan Daya,” ujar Andhyka Agrianto.
Di fasilitas pengolahan sampah terpadu tersebut, sampah dipilah ulang berdasarkan jenisnya guna mengidentifikasi material yang masih memiliki nilai guna. Khusus pengolahan sampah organik seperti sisa makanan rumah tangga, Kelurahan Daya telah menyiagakan sejumlah infrastruktur pendukung, di antaranya:
- Fasilitas Komposter (TEBA): Beroperasinya 31 titik TEBA (Tempat Evaluasi/Edukasi Bersama Sampah) dan 4 unit open windrow yang tersebar di wilayah Daya.
- Komposter Sederhana: Pemanfaatan wadah bekas ember cat sebagai media komposter praktis tingkat pemukiman.
- Budidaya Maggot (Maggot Box): Penyediaan unit penguraian sampah organik secara alami memanfaatkan larva lalat Black Soldier Fly (BSF).
- Kolam Budidaya Ikan Lele: Integrasi fasilitas kolam di sekitar area pengolahan untuk memanfaatkan hasil siklus pengolahan organik secara terpadu.
Pemerintah Kelurahan Daya turut menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan kesadaran warga yang mulai konsisten memilah sampah dari sumbernya. Kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat dan pemerintah setempat ini diharapkan menjadi pijakan utama menciptakan kawasan Kelurahan Daya yang makin bersih dan ramah lingkungan. Laporan : (Achil)













