TUJUHDETIKNEWS, MAROS – Gemuruh sorak-sorai pendukung dan semangat membara ratusan atlet cilik mewarnai pembukaan Turnamen Sepak Bola UMKM – Lanud Sultan Hasanuddin Cup di lapangan sepak bola Lanud Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sabtu (5/9/2026). Perhelatan olahraga yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81 ini menjadi panggung unjuk bakat bagi para pesepak bola muda tanah air.
Kompetisi bergengsi tingkat kelompok umur tersebut berlangsung selama dua hari penuh, mulai Sabtu hingga Minggu (5–6 September 2026). Sebanyak 24 klub sepak bola terbaik beradu gengsi dalam dua kategori usia, yakni Usia 10 Tahun (U-10) dan Usia 12 Tahun (U-12). Sejak pagi hari, atmosfer kompetisi yang dipadu dengan kehangatan kekeluargaan begitu terasa di sekitar area pertandingan.
Upacara pembukaan ajang ini diresmikan secara khidmat oleh Kapten Sus Salmon Abbast, yang hadir mewakili Kepala Dinas Potensi Dirgantara (Kadispotdirga) Lanud Sultan Hasanuddin, Kolonel Pom I Nyoman Swardita, S.H., M.Pol. Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa ajang ini dirancang bukan semata-mata untuk berburu piala, melainkan sebagai fondasi pembentukan karakter anak bangsa.
“Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih gelar juara, melainkan wadah untuk membentuk karakter anak-anak kita—menanamkan nilai sportivitas, disiplin, kerja sama tim, serta semangat pantang menyerah sejak dini. Lanud Sultan Hasanuddin berkomitmen penuh mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan positif seperti ini,” tegas Kapten Sus Salmon Abbast di hadapan seluruh peserta dan tamu undangan.
Keseruan acara makin lengkap dengan sentuhan kearifan lokal. Sanggar Tari Tradisional Batara Maru turut memeriahkan seremoni pembukaan lewat pertunjukan tarian daerah yang memukau. Perpaduan harmonis antara semangat olahraga dan pelestarian budaya ini sukses memikat perhatian para orang tua, pelatih, serta penonton yang memadati tribun.
Melalui sinergi antara Lanud Sultan Hasanuddin, pelaku UMKM lokal, dan komunitas olahraga ini, diharapkan turnamen sepak bola usia dini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. Selain menggerakkan roda ekonomi warga sekitar, kejuaraan ini menjadi pijakan awal dalam melahirkan bibit-bibit pesepak bola potensial yang kelak siap mengharumkan nama Sulawesi Selatan dan Indonesia di kancah nasional maupun internasional. (**)













