• Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
Wednesday, October 28, 2026
Tujuhdetiknews
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Opini
  • Beranda
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
TujuhDetikNews
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Opini

Meta dan YouTube Kalah Gugatan, Harus Bayar Rp 101,8 Miliar

admin by admin
29/03/2026
in Internasional
Meta dan YouTube Kalah Gugatan, Harus Bayar Rp 101,8 Miliar

Meta dan YouTube Kalah Gugatan, Harus Bayar Rp 101,8 Miliar

Los Angeles – Meta dan YouTube dinyatakan lalai oleh juri di Los Angeles, Amerika Serikat, dalam kasus dampak media sosial terhadap anak. Keduanya dihukum membayar ganti rugi total US$ 6 juta atau sekitar Rp 101,8 miliar.

Gugatan diajukan oleh seorang perempuan berusia 20 tahun yang dalam dokumen pengadilan disebut sebagai K.G.M. Ia menilai platform media sosial memiliki fitur adiktif yang berdampak pada dirinya sejak masih anak-anak.

Selain Meta dan YouTube, gugatan juga sempat menyasar TikTok dan Snap. Namun, kedua perusahaan tersebut telah lebih dulu menyelesaikan kasus di luar pengadilan.

Meta Tanggung 70 Persen

Dilansir dari NBC News, juri menetapkan total ganti rugi sebesar US$ 6 juta, terdiri dari US$ 3 juta kompensasi dan US$ 3 juta ganti rugi punitif.

Meta diwajibkan menanggung sekitar 70 persen dari nilai kompensasi, sementara YouTube menanggung sisanya.

Pihak Meta menyatakan tidak sepakat dengan putusan tersebut.
“Kami tidak setuju dengan putusan ini dan sedang mempertimbangkan langkah hukum,” kata juru bicara Meta.

Senada, juru bicara Google, José Castañeda, juga memastikan pihaknya akan melawan putusan tersebut.
“Kami tidak setuju dan berencana mengajukan banding,” ujarnya, dilansir dari NBC News.

Jadi Sorotan Soal Kecanduan Medsos

Kasus ini menjadi perhatian karena menjadi salah satu yang pertama menguji klaim bahwa media sosial bisa menyebabkan kecanduan pada anak.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, dalam persidangan membantah anggapan tersebut. Ia menyebut platform seperti Instagram dibuat agar bermanfaat bagi pengguna.

Di sisi lain, pengacara penggugat menilai perusahaan lebih mengutamakan keuntungan.
“Ini pertama kalinya juri melihat bukti internal yang menunjukkan perusahaan memilih keuntungan dibandingkan keselamatan anak,” kata Joseph VanZandt, dilansir dari The New York Times.

Tekanan ke Meta Makin Besar

Putusan ini menambah tekanan bagi Meta. Sehari sebelumnya, perusahaan juga kalah dalam kasus berbeda di New Mexico terkait keselamatan anak.

Dalam perkara tersebut, Meta diwajibkan membayar denda hingga US$ 375 juta dan menyatakan akan mengajukan banding.

Kasus ini dinilai menjadi sinyal meningkatnya tekanan hukum terhadap perusahaan teknologi terkait dampak produk digital terhadap pengguna, khususnya anak-anak.

ARFAH

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Arogansi Pemilik Alat Berat, Dua Warga Masale Maros Jadi Korban Penganiayaan

Next Post

Keluarga Dahlan paiben Tegaskan Kawal Kasus Pemukulan oleh Pengusaha Tambang di Tompobulu Hingga Tuntas

Related Posts

No Content Available
Next Post
Keluarga Dahlan paiben Tegaskan Kawal Kasus Pemukulan oleh Pengusaha Tambang di Tompobulu Hingga Tuntas

Keluarga Dahlan paiben Tegaskan Kawal Kasus Pemukulan oleh Pengusaha Tambang di Tompobulu Hingga Tuntas

POPULAR NEWS

Polsek Lau Maros Ringkus Empat Pelaku Pencurian Sapi, Tiga Ekor Ternak Sempat Dijual Rp24 Juta

Polsek Lau Maros Ringkus Empat Pelaku Pencurian Sapi, Tiga Ekor Ternak Sempat Dijual Rp24 Juta

19/09/2026
Keluarga Dahlan paiben Tegaskan Kawal Kasus Pemukulan oleh Pengusaha Tambang di Tompobulu Hingga Tuntas

Keluarga Dahlan paiben Tegaskan Kawal Kasus Pemukulan oleh Pengusaha Tambang di Tompobulu Hingga Tuntas

30/03/2026

Arogansi Pemilik Alat Berat, Dua Warga Masale Maros Jadi Korban Penganiayaan

29/03/2026
RSUD dr. La Palaloi Maros Beri Klarifikasi Soal Isu Pelayanan IGD yang Sempat Viral, Tegaskan Komitmen Utamakan Keselamatan Pasien

RSUD dr. La Palaloi Maros Beri Klarifikasi Soal Isu Pelayanan IGD yang Sempat Viral, Tegaskan Komitmen Utamakan Keselamatan Pasien

27/10/2026
LKBH Bongkar Dugaan Penahanan Bayi oleh Rumah Quran di Maros, Kades Disebut Terlibat.

LKBH Bongkar Dugaan Penahanan Bayi oleh Rumah Quran di Maros, Kades Disebut Terlibat.

11/05/2026

EDITOR'S PICK

Motor Matic Ludes Terbakar di Perempatan Lampu Merah Turikale, Satu Keluarga Nyaris Jadi Korban

Motor Matic Ludes Terbakar di Perempatan Lampu Merah Turikale, Satu Keluarga Nyaris Jadi Korban

11/04/2026
Perkuat Sinergi dan Integritas, Lapas Kelas IIB Maros Ikuti Apel Bersama Kemenko Kumham Imipas Juli 2026

Perkuat Sinergi dan Integritas, Lapas Kelas IIB Maros Ikuti Apel Bersama Kemenko Kumham Imipas Juli 2026

27/07/2026
Ribuan Obat Terlarang Disita di Turikale, Polres Maros Gulung Pemuda Pelaku Peredaran Obat Ilegal

Ribuan Obat Terlarang Disita di Turikale, Polres Maros Gulung Pemuda Pelaku Peredaran Obat Ilegal

22/08/2026
Lidik Pro Maros Resmi Laporkan Mantan Kades Nisombalia ke Kejari, Diduga ‘Endapkan’ Sertifikat Prona dan Pungli

Lidik Pro Maros Resmi Laporkan Mantan Kades Nisombalia ke Kejari, Diduga ‘Endapkan’ Sertifikat Prona dan Pungli

11/05/2026
No Result
View All Result
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy