TujuhDetikNew,MAROS – Keringat bercucuran diiringi gelak tawa dan tepuk tangan meriah memecah suasana pagi di Lapangan Lapas Kelas IIB Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (22/08/2026).
Ratusan warga binaan bersatu padu bersama para petugas lapas memperagakan gerakan senam sehat yang energik. Momen kebersamaan ini menjadi pembuka dari puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dikemas begitu hangat dan penuh kekeluargaan.
Kegiatan senam rutin yang dirangkaikan dengan penutupan resmi Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) ini berhasil mengubah wajah balik jeruji besi menjadi panggung ekspresi yang positif. Sejak pagi hari, antusiasme peserta sudah membuncah. Musik berirama cepat membakar semangat para warga binaan yang mengikuti setiap instruksi gerakan dengan tertib, penuh kedisiplinan, namun tetap lepas tanpa beban.
Porseni yang telah bergulir selama beberapa pekan sebelumnya memang menjadi ajang yang paling dinantikan. Pelbagai cabang olahraga dan perlombaan seni tradisional maupun modern digelar untuk memberi ruang bagi warga binaan mengasah bakat yang terpendam. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Porseni menjelma menjadi wadah pembinaan karakter, memupuk jiwa sportivitas, serta mengikis dinding pemisah antar sesama penghuni maupun dengan jajaran petugas.
Suasana haru dan bangga kian terasa saat memasuki prosesi penutupan dan penyerahan hadiah. Raut wajah bahagia memancar dari para pemenang lomba yang maju menerima piala dan apresiasi. Penghargaan tersebut menjadi simbol atas kerja keras, kejujuran dalam bertanding, dan semangat pantang menyerah yang mereka tunjukkan di lapangan.
Kepala Lapas Kelas IIB Maros, Ali Imran, mengungkapkan rasa bangganya atas suksesnya seluruh rangkaian acara yang berlangsung aman, kondusif, dan penuh keakraban tersebut.
“Porseni bukan hanya tentang pertandingan dan perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kebersamaan, sportivitas, serta memberikan kegiatan positif bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Pemberian hadiah ini merupakan bentuk apresiasi bagi mereka yang telah menunjukkan prestasi dan semangat selama kegiatan,” tegas Ali Imran dalam sambutannya.
Penutupan Porseni mempertegas komitmen Lapas Kelas IIB Maros dalam menjalankan fungsi pembinaan pemasyarakatan yang humanis. Momentum kemerdekaan ini dimanfaatkan secara optimal untuk menanamkan nilai-nilai positif, menjaga kebugaran fisik dan mental, serta membekali warga binaan dengan semangat baru agar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. (Safar)













