7DetikNews,MAROS – Menanggapi sorotan publik terkait dugaan komersialisasi paket oli pelumas Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, pihak pengelola Gudang Tani Makmur Turikale akhirnya memberikan pernyataan klarifikasi secara langsung.
Pihak pengelola menegaskan bahwa oli pelumas yang dipindahkan dari area gudang tersebut bukanlah paket bantuan milik Kelompok Tani (Poktan), melainkan sisa pelumas yang diperuntukkan bagi armada mobil kontainer pengangkut Alsintan.
Menurut keterangan resmi pengelola, keputusan untuk menjual oli tersebut diambil karena material pelumas dipandang sudah tidak lagi dipergunakan untuk operasional kendaraan angkut. Pihak gudang juga membantah tuduhan terkait volume barang yang diperjualbelikan dalam jumlah besar, serta menyebutkan bahwa jumlahnya hanya beberapa jerigen.
“Oli itu untuk mobil kontainer pengangkut Alsintan. Karena dianggap tidak dipergunakan lagi, makanya kami jual. Jumlahnya pun hanya beberapa jerigen saja, daripada tidak terpakai. Hasil penjualannya kami pergunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari,” ungkap pengelola Gudang Tani Makmur saat memberikan penjelasan.
Sebelumnya, aktivitas pemindahan jerigen pelumas tersebut sempat memicu spekulasi warga hingga memunculkan dugaan penyalahgunaan aset bantuan pemerintah yang menyasar kelompok tani di Kabupaten Maros.
Tim redaksi 7DetikNews hingga saat ini masih terus berupaya menghimpun keterangan resmi dari Dinas Pertanian Pemprov Sulsel guna memastikan tata kelola dan status inventarisasi aset pendukung Alsintan secara transparan dan berimbang. (Anchu)













