SULSEL, MAKASSAR – Guna menyukseskan program nasional pembangunan berbasis data yang akurat, Ketua RT 04 RW 04 Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, secara aktif turun langsung mendampingi petugas Badan Pusat Statistik (BPS). Langkah ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di wilayah setempat.
Pendataan lapangan secara door-to-door yang dijadwalkan berlangsung dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 ini menyasar seluruh sektor usaha. Mulai dari skala mikro, kecil, menengah, hingga para pelaku ekonomi rumah tangga.
Inisiatif pendampingan oleh pengurus RT tersebut dinilai sangat krusial. Selain memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga, kehadiran tokoh masyarakat setempat memastikan proses pengumpulan data berjalan lancar, valid, dan objektif.
Ketua RT 04 Kelurahan Daya, Akhirul Latif, mengungkapkan bahwa kehadiran pengurus lokal sangat penting untuk menjembatani petugas sensus dengan warga. Hal ini berkaca pada masih adanya kekhawatiran di tengah masyarakat terkait isu privasi serta keterkaitannya dengan sektor perpajakan.
“Kami turun langsung mendampingi petugas dari rumah ke rumah agar warga merasa tenang dan percaya. Sensus Ekonomi 2026 ini murni untuk kepentingan pemetaan pembangunan ekonomi, bukan untuk penarikan pajak. Kami mengimbau warga RT 04 untuk memberikan jawaban yang jujur dan apa adanya,” ujar Akhirul Latif di sela-sela pendampingan lapangan, Kamis (2/7/2026).
Sebagai informasi, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Makassar kini telah memanfaatkan aplikasi digital terintegrasi bernama FASIH, yang didukung oleh teknologi Artificial Intelligence (AI) demi percepatan pengelolaan data.
Pemerintah Kota Makassar bersama BPS sebelumnya juga telah menegaskan bahwa hasil akhir dari sensus ini akan menjadi ‘kompas utama’ dalam merumuskan kebijakan ekonomi daerah yang tepat sasaran, adil, dan efektif bagi seluruh pelaku usaha.
Hingga awal Juli, proses pendataan di wilayah Kelurahan Daya terpantau berjalan aman dan kondusif. Kerja sama yang solid antara petugas BPS dan perangkat rukun tetangga diharapkan dapat mengeliminasi potensi penolakan di lapangan.
Dengan sinergi ini, target pemetaan ekonomi di Kota Makassar diharapkan mampu tercapai 100 persen dan tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan.
- Agenda: Agenda nasional sepuluh tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
- Tujuan: Menyediakan data komparatif mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, ekonomi digital, hingga ekonomi lingkungan.
- Fungsi: Menjadi landasan utama penyusunan kebijakan pembangunan nasional maupun daerah. (Achil)













