Maros – Momentum libur panjang pasca-hari raya Idul Adha 1447 Hijriah membawa berkah tersendiri bagi sektor pariwisata di Sulawesi Selatan. Salah satu destinasi andalan, Kawasan Wisata Alam (KWA) Bantimurung yang terletak di Kabupaten Maros, terpantau dipadati oleh ribuan pengunjung dari berbagai daerah pada pekan ini.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, arus wisatawan terus mengalir memadati area sekitar air terjun ikonik Bantimurung. Sejak pagi hari, para pengunjung yang didominasi oleh rombongan keluarga, komunitas, hingga kalangan muda tampak memenuhi area rekreasi. Mereka memanfaatkan momen libur lebaran ini untuk menggelar tikar, menikmati panorama alam, hingga berenang menggunakan ban sewaan di sepanjang aliran sungai air terjun yang jernih dan sejuk.
Selain keindahan alamnya yang sudah melegenda sebagai The Kingdom of Butterfly, melonjaknya jumlah pelancong pada musim libur kali ini juga dipicu oleh kebijakan tarif masuk yang dinilai sangat akomodatif. Kawasan Wisata Alam Bantimurung terus menyedot perhatian publik berkat adanya program harga tiket khusus, yakni pengecualian tarif bagi kalangan pelajar dan mahasiswa. Kebijakan ini sukses menarik minat para generasi muda dan pelajar untuk menghabiskan waktu berlibur mereka di alam terbuka tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Kadisparpora) Kabupaten Maros, H. Suwardi Sawedi, membenarkan adanya lonjakan signifikan jumlah kunjungan tersebut. Dalam keterangannya, ia mengungkapkan bahwa Bantimurung tetap menjadi magnet utama wisata di Sulawesi Selatan setiap kali memasuki musim libur hari raya besar.
“Kami melihat antusiasme masyarakat pasca-Idul Adha ini sangat luar biasa. Penerapan regulasi tiket khusus bagi pelajar dan mahasiswa ini memang sengaja dipertahankan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah agar destinasi wisata edukasi dan alam kita tetap dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar H. Suwardi Sawedi.
Kepadatan tidak hanya terlihat di area inti wisata air terjun. Area parkir kendaraan pun tampak penuh sesak oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, bahkan beberapa bus pariwisata berukuran besar terlihat mengantre untuk menurunkan penumpang. Para pelaku UMKM setempat, mulai dari pedagang suvenir khas kupu-kupu hingga penjaja kuliner, juga kecipratan untung dan mengaku mengalami peningkatan omzet yang cukup drastis dibanding hari-hari biasanya.
Pihak pengelola bersama dinas terkait pun mengimbau kepada seluruh pengunjung agar tetap menjaga kebersihan lingkungan kawasan wisata dengan tidak membuang sampah sembarangan, serta selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar arus air terjun demi kenyamanan bersama.













