• Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
Saturday, June 6, 2026
Tujuhdetiknews
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Opini
  • Beranda
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
TujuhDetikNews
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Opini

“Jeritan Warga Baju Bodoa: Tak Punya Rumah Masuk Desil 6, Yang Punya Mobil Malah Lancar Terima Bantuan”

Hamzan by Hamzan
30/05/2026
in Regional
“Jeritan Warga Baju Bodoa: Tak Punya Rumah Masuk Desil 6, Yang Punya Mobil Malah Lancar Terima Bantuan”

Screenshot

MAROS –  Kesenjangan sosial dan dugaan salah sasaran dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) kembali memicu riak di tengah masyarakat Kabupaten Maros. Kali ini, jeritan hati datang dari seorang warga Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru. Di tengah himpitan ekonomi dan ketiadaan tempat tinggal, ia justru harus gigit jari melihat tetangganya yang hidup mapan namun terus-menerus diguyur bantuan pemerintah.

Mirisnya, berdasarkan data kedinasan, warga yang terlunta-lunta tanpa rumah ini tercatat masuk dalam kategori Desil 6. Sementara tetangganya yang memiliki rumah permanen layak huni serta kendaraan roda empat (mobil), justru diduga kuat terdaftar di Desil 4—sebuah klaster yang secara regulasi berhak atas berbagai stimulus bantuan sosial.

Saat ditemui oleh tim penelusuran tujuhdetik.new, warga Baju Bodoa yang enggan disebutkan namanya ini tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya. Untuk menyambung hidup sehari-hari saja sudah sulit, ditambah lagi statusnya yang belum memiliki rumah pribadi dan harus menumpang.

“Kami tidak punya rumah, Pak. Untuk makan sehari-hari saja serba pas-pasan. Tapi kata petugas, kami ada di Desil 6, makanya tidak dapat bantuan. Sementara ada tetangga di sini yang rumahnya bagus, punya mobil, tapi malah masuk Desil 4 dan selalu dapat bantuan. Di mana keadilannya?” keluhnya dengan mata berkaca-kaca.

Secara teori dalam sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS):

  • Desil 4 dikategorikan sebagai kelompok masyarakat rentan miskin atau miskin yang berhak menerima bantuan seperti PKH, BPNT, atau KIS.
  • Desil 6 dikategorikan sebagai kelompok masyarakat menuju sejahtera (menengah) yang dianggap sudah mandiri secara ekonomi.

Namun, realita di lapangan justru berbanding terbalik 180 derajat. Data di atas kertas dinilai tidak lagi mencerminkan fakta objektif di kehidupan nyata.

Untuk memberikan gambaran jelas mengenai ketimpangan ini, berikut adalah kontras realita yang terpantau di wilayah Kecamatan Maros Baru:

Indikator Penilaian Warga Tak Berumah (Terdata Desil 6) Warga Mampu (Terdata Desil 4)
Kepemilikan Aset Tidak memiliki rumah, menumpang/mengontrak Rumah permanen, kondisi sangat layak
Transportasi Tidak ada / Hanya kendaraan roda dua tua Memiliki mobil pribadi
Status Bantuan Jarang / Tidak Pernah Menerima Rutin Menerima Bansos
Status Riil Ekonomi Berada di garis bawah (Miskin Nyata) Berada di garis atas (Mampu)

Desakan Evaluasi Total DTKS di Kabupaten Maros

Menanggapi fenomena “bansos salah sasaran” yang terus berulang ini, sejumlah aktivis sosial di Kabupaten Maros mendesak Dinas Sosial dan pihak kelurahan setempat untuk segera melakukan verifikasi dan validasi (verivali) faktual secara transparan.

Ketidakakuratan data desil ini diduga kuat akibat lemahnya pemutakhiran data dari tingkat rukun tetangga (RT) hingga kelurahan, atau adanya unsur subjektivitas oknum petugas di lapangan saat melakukan pendataan awal.

Masyarakat berharap, Pemerintah Kabupaten Maros tidak menutup mata atas ketimpangan yang terjadi di Kelurahan Baju Bodoa ini. Jika sistem pendataan berbasis desil tidak segera dievaluasi menggunakan indikator fisik yang riil—seperti kepemilikan rumah dan mobil—maka anggaran bansos yang bersumber dari uang rakyat hanya akan menjadi pemuas bagi mereka yang kaya, sementara warga yang benar-benar miskin tetap merana di bawah garis kemiskinan.

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lidik Pro Desak Pemkab Maros Tuntaskan Jalan Sampobia, Lurah Mattirodeceng Agendakan Pemekaran Kelompok Tani

Next Post

KWA Bantimurung Dibanjiri Wisatawan, Pengunjung Tembus 3.000 Lebih di Akhir pekan

Related Posts

Bansos Sering Salah Sasaran? Kadinsos Maros Andi Zulkifli Beberkan Alur Pembaruan Data SIKS-NG
Regional

Bansos Sering Salah Sasaran? Kadinsos Maros Andi Zulkifli Beberkan Alur Pembaruan Data SIKS-NG

06/06/2026
Ekonomi Maros Melejit 9,54% di Triwulan I-2026: Kado Prestisius Harlah ke-67 Tembus 3 Besar SE Sulsel
Regional

Ekonomi Maros Melejit 9,54% di Triwulan I-2026: Kado Prestisius Harlah ke-67 Tembus 3 Besar SE Sulsel

05/06/2026
Membawa Semangat Berbagi, Gekira Sambangi Difabel dan Warga Prasejahtera
Regional

Membawa Semangat Berbagi, Gekira Sambangi Difabel dan Warga Prasejahtera

05/06/2026
Next Post
KWA Bantimurung Dibanjiri Wisatawan, Pengunjung Tembus 3.000 Lebih di Akhir pekan

KWA Bantimurung Dibanjiri Wisatawan, Pengunjung Tembus 3.000 Lebih di Akhir pekan

POPULAR NEWS

Keluarga Dahlan paiben Tegaskan Kawal Kasus Pemukulan oleh Pengusaha Tambang di Tompobulu Hingga Tuntas

Keluarga Dahlan paiben Tegaskan Kawal Kasus Pemukulan oleh Pengusaha Tambang di Tompobulu Hingga Tuntas

30/03/2026

Arogansi Pemilik Alat Berat, Dua Warga Masale Maros Jadi Korban Penganiayaan

29/03/2026
LKBH Bongkar Dugaan Penahanan Bayi oleh Rumah Quran di Maros, Kades Disebut Terlibat.

LKBH Bongkar Dugaan Penahanan Bayi oleh Rumah Quran di Maros, Kades Disebut Terlibat.

11/05/2026
Disparpora Maros Klarifikasi Tarif Tiket Bantimurung, Pelajar Kini Bayar Rp15 Ribu

Disparpora Maros Klarifikasi Tarif Tiket Bantimurung, Pelajar Kini Bayar Rp15 Ribu

09/05/2026
Pimpinan Darul Istiqamah Pusat Klarifikasi Isu Internal, Tegaskan Komitmen Jaga Tanah Wakaf

Pimpinan Darul Istiqamah Pusat Klarifikasi Isu Internal, Tegaskan Komitmen Jaga Tanah Wakaf

07/04/2026

EDITOR'S PICK

Dinas Perikanan Maros Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi Pegawai

Dinas Perikanan Maros Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi Pegawai

16/03/2026
Pohon Tumbang di Sekitar RSUD dr. La Palaloi, BPBD Maros Lakukan Evakuasi Cepat

Pohon Tumbang di Sekitar RSUD dr. La Palaloi, BPBD Maros Lakukan Evakuasi Cepat

26/02/2026
PT. Gapura Angkasa dan PT. Cakra Satya Internusa, Di Demo Terkait Hak Kompensasi Pekerja Periode 2020–2022

PT. Gapura Angkasa dan PT. Cakra Satya Internusa, Di Demo Terkait Hak Kompensasi Pekerja Periode 2020–2022

31/05/2026
Cegah Banjir, Warga Turikale Bersama Satgas Kebersihan DLH Maros Bahu-Membahu Bersihkan Drainase

Cegah Banjir, Warga Turikale Bersama Satgas Kebersihan DLH Maros Bahu-Membahu Bersihkan Drainase

02/05/2026
No Result
View All Result
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy