7DetikNews, Maros — Menerjang dinginnya angin malam demi memastikan air bersih tetap mengalir sampai ke rumah warga, itulah perjuangan tak kenal lelah yang ditunjukkan oleh jajaran personel PDAM Tirta Bantimurung Kabupaten Maros. Di tengah kondisi musim kemarau panjang yang kian melanda dan memicu penurunan pasokan air baku, para petugas teknis justru meningkatkan intensitas kerja mereka melalui aksi penanganan kebocoran pipa jaringan pada malam hari hingga menembus waktu subuh.
Langkah marathon ini diambil bukan tanpa alasan. Penanganan kerusakan dan kebocoran pipa pipa distribusi di tengah malam dilaksanakan secara terencana untuk meminimalisir gangguan distribusi air kepada pelanggan. Selain itu, pengerjaan malam hari terbukti jauh lebih efektif dalam mendeteksi dan mengisolasi titik kebocoran karena tingkat pemakaian air oleh masyarakat sedang berada pada titik terendah, sehingga tekanan air di dalam pipa berada pada kondisi maksimal.
Penanganan kebocoran tersebut dieksekusi secara intensif oleh Tim Penanggulangan Non-Revenue Water (NRW) atau Tim Penanganan Air Tak Berbayar. Mengawali pekerjaan tepat pada pukul 00.00 WITA saat mayoritas warga terlelap tidur, para personel lapangan bergerak menyisir berbagai titik rawan hingga menjelang fajar pada pukul 05.00 hingga 06.00 WITA. Tanpa mengindahkan rasa lelah, mereka menggali, memperbaiki, dan memastikan setiap sambungan pipa kembali rapat agar tekanan air menuju pemukiman warga tetap terjaga secara optimal.
Direktur Utama PDAM Tirta Bantimurung, Shalahuddin, menegaskan bahwa kesiapsiagaan seluruh armada teknis merupakan bentuk komitmen pelayanan di tengah ancaman dampak kekeringan yang kian meluas. Menurutnya, pemeliharaan tekanan air dan penekanan tingkat kebocoran menjadi kunci utama agar cadangan air baku yang ada saat ini tidak terbuang sia-sia.
“Untuk saat ini, pasokan air baku dan distribusi di sektor Bantimurung serta Tanralili masih terbilang cukup memadai dan aman terkendali. Namun, kewaspadaan tinggi tetap harus kami terapkan, khususnya untuk wilayah sektor Pattontongan Kecamatan Mandai Di kawasan tersebut, perkiraan ketersediaan pasokan air kemungkinan hanya mampu bertahan hingga beberapa bulan ke depan apabila fenomena kemarau panjang ini terus berlanjut tanpa turun hujan,” ujar Shalahuddin.
Lebih lanjut, Shalahuddin mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pelanggan setia PDAM Tirta Bantimurung untuk lebih bijak serta hemat dalam menggunakan air bersih selama musim kemarau berlanjut. Pihak PDAM juga mengapresiasi kerja keras Tim NRW yang terus bersiap 24 jam dan mengimbau warga untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi kebocoran pipa di sekitar lingkungan pemukiman mereka demi menjaga keberlangsungan pasokan air bersama.













