Tujuhdetiknews, MAROS — Kesunyian sore di Dusun Bonto Ramba, Desa Bonto Matenne, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros mendadak berubah menjadi kepanikan hebat. Warga setempat digemparkan oleh penemuan jasad bayi tanpa dosa yang tergeletak kaku di dalam toilet Masjid Nurul Yaqin, sekitar pukul 16.15 WITA.
Peristiwa tragis yang menyedot perhatian ratusan warga sekitar ini dibenarkan langsung oleh Kepala Desa Bonto Matenne, H. Sahrul. Pihaknya mengaku langsung meluncur ke lokasi kejadian perkara (TKP) begitu menerima informasi gempar dari warga yang hendak menggunakan fasilitas ibadah tersebut.
“Saya tadi mendapat informasi dari salah satu warga kurang lebih tepatnya jam 16.15 WITA. Informasinya bahwa ada bayi ditemukan di WC Masjid Nurul Yaqin Dusun Bonto Ramba,” ungkap H. Sahrul saat memberikan keterangan resmi di lokasi kejadian.
Suasana haru membiru makin membuncah saat jasad mungil itu diperiksa. Di dekat tubuh bayi yang sudah tak bernyawa tersebut, ditemukan selembar kertas lusuh berisi goresan pena yang mengiris hati. Pesan tersebut diduga kuat ditulis oleh sang orang tua yang terdesak kebingungan di tanah perantauan.
Pesan singkat namun menyayat hati dalam surat tersebut berbunyi:
“TOLONG BANTU DI KEBUMIKAN DENGAN LAYAK BAPAK/IBU, SAYA ANAK RANTAU DI SINI, SAYA TIDAK TAU CARA MENGUBURNYA.”
Keberadaan surat tersebut mengisyaratkan dugaan keputusasaan orang tua korban yang tidak tahu harus berbuat apa di tengah keterbatasan statusnya sebagai pendatang. Kendati demikian, proses hukum dan penanganan jenazah tetap berjalan sesuai standar kepolisian.
“Kondisi bayi saat ditemukan memang sudah meninggal dunia dan ada selembar surat yang dititipkan persis di dekat jasadnya,” tambah H. Sahrul.
Pemerintah desa setempat bertindak cepat dengan mengamankan TKP serta menghubungi aparat Polsek Mandai, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas guna mencegah penumpukan massa yang makin membludak. Jasad bayi malang tersebut kini telah dievakuasi sembari menunggu kedatangan Tim Dokkes Polda Sulawesi Selatan bersama jajaran reskrim Polsek Mandai untuk visum et repertum.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran Kepolisian Sektor Mandai terus melakukan penyelidikan maraton, menyisir rekaman CCTV di sekitar pemukiman, serta mengumpulkan keterangan saksi demi mengungkap identitas orang tua yang tega meninggalkan jasad darah dagingnya sendiri.













