7DetikNews,MAROS, – Dampak fenomena iklim El Nino yang menyebabkan kemarau panjang mulai memicu kekhawatiran serius terhadap ketersediaan air bersih di Kabupaten Maros. Saat ini, volume pasokan air baku di penampungan air Pattotongan dilaporkan terus mengalami penurunan secara drastis.
Jika kondisi cuaca ekstrem ini terus berkepanjangan tanpa adanya peningkatan curah hujan, wilayah-wilayah yang mengandalkan pasokan air bersih dari penampungan PDAM Pattotongan dipastikan akan menghadapi krisis pasokan air bersih yang signifikan.
Menanggapi situasi mendesak tersebut, Direktur Utama PDAM Tirta Bantimurung Kabupaten Maros, Shalahudin, memberikan penjelasan resmi terkait kondisi terkini di lapangan. Ia membenarkan bahwa penurunan debit air baku di waduk/penampungan Pattotongan terjadi akibat minimnya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir yang memicu kekeringan di area tangkapan air.
“Kondisi debit air baku di penampungan Pattotongan memang terus menyusut akibat dampak El Nino. Jika musim kemarau ini berlanjut lebih lama, kapasitas produksi dan distribusi air bersih kepada pelanggan tentu akan terganggu secara optimal,” ujar Shalahuddin saat dikonfirmasi.
Untuk mengantisipasi dampak buruk dari krisis ini, Shalahuddin mengimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat, khususnya warga dan para pelanggan setia PDAM Tirta Bantimurung, agar mulai melakukan langkah penanganan mandiri sejak dini. Warga diminta untuk menampung air secukupnya selagi aliran masih berproduksi dan mempergunakan air bersih secara bijak serta hemat untuk kebutuhan sehari-hari.
Pihak PDAM Tirta Bantimurung Maros sendiri terus memantau perkembangan debit air secara berkala dan menyiapkan berbagai langkah mitigasi teknis, termasuk skema rekayasa distribusi, guna memastikan ketersediaan air tetap bisa menjangkau pemukiman warga secara merata di tengah ancaman kekeringan ini.













