TujuhDetikNews, MAROS — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) terus menunjukkan komitmennya dalam mengabdi dan membawa dampak positif bagi masyarakat daerah. Di Desa Minasa Upa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, aksi nyata tersebut diwujudkan melalui penguatan tata kelola dan transparansi birokrasi tingkat desa.
Salah satu fokus utama pengabdian ini digagas oleh Muh. Alfa Rheza, mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Unhas. Melalui program kerja individunya, ia merancang dan merealisasikan pembuatan bagan struktur organisasi Pemerintah Desa Minasa Upa yang informatif, sistematis, dan mudah diakses oleh warga setempat.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Sebagai entitas pemerintahan terdepan yang bersentuhan langsung dengan denyut kehidupan warga, kejelasan fungsi serta alur birokrasi di tingkat desa kerap menjadi kunci utama kelancaran pelayanan umum. Mulai dari urusan administrasi, dokumen kependudukan, hingga penyaluran aspirasi sosial membutuhkan kepastian mengenai siapa perangkat desa yang berwenang menanganinya.
Namun, realita di lapangan sering kali memperlihatkan masih banyaknya warga yang belum mengenali jajaran pejabat atau perangkat desa beserta pembagian tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Ketidakjelasan informasi ini berpotensi menghambat efektivitas pelayanan publik serta menurunkan efisiensi komunikasi antara warga dan pemdes.
“Pembuatan struktur organisasi ini kami lakukan sebagai salah satu upaya untuk membantu masyarakat agar lebih mudah mengenal perangkat Pemerintah Desa Minasa Upa. Kami berharap masyarakat dapat mengetahui siapa saja yang berada dalam struktur pemerintahan desa dan kepada siapa mereka dapat berkoordinasi ketika membutuhkan pelayanan,” ujar Alfa Rheza.
Bagi Alfa, program ini sekaligus menjadi wadah untuk mengejawantahkan teori keilmuan birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang ia timba di bangku perkuliahan Unhas ke dalam ruang realitas sosial. Melalui visualisasi struktur yang teratur, masyarakat kini bisa memahami garis komando, koordinasi, serta pembagian peran mulai dari Kepala Desa hingga jajaran kepala dusun dan kaur.
Langkah inovatif mahasiswa KKN 116 Unhas ini diorientasikan untuk memberikan dampak jangka panjang. Papan informasi struktur organisasi yang telah dipasang di area pelayanan balai desa tidak sekadar menjadi artefak visual, melainkan sarana edukasi publik untuk mendorong transparansi serta keterbukaan informasi.
Kehadiran inisiatif ini diharapkan mampu memangkas kebingungan warga saat mengurus keperluan administrasi, mempercepat alur pelayanan publik, serta membangun relasi yang lebih harmonis dan akuntabel antara pemerintah desa dengan seluruh elemen masyarakat Minasa Upa.
(Rudy)













