MAROS — Di tengah komitmen institusi kepolisian dalam membersihkan segala bentuk penyakit masyarakat dan menegakkan kedisiplinan internal, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Maros mendapatkan pengarahan krusial langsung dari pimpinan tertingginya. Kapolres Maros, AKBP Devi Sujana, S.H., S.I.K., M.H., mengeluarkan peringatan (warning) keras kepada seluruh personel tanpa terkecuali untuk senantiasa menjaga integritas tinggi, menegakkan disiplin, serta mutlak menjauhi berbagai bentuk pelanggaran hukum—dengan sorotan khusus pada bahaya laten praktik judi online.
Peringatan tegas tersebut disampaikan secara langsung oleh AKBP Devi Sujana di hadapan ratusan jajaran personelnya dalam apel pagi yang berlangsung di Markas Komando (Mako) Polres Maros, Senin (28/9/2026). Di hadapan para perwira dan bintara, ia menekankan bahwa keterlibatan seorang aparat penegak hukum dalam aktivitas ilegal tidak hanya akan menghancurkan masa depan karier individu yang bersangkutan, tetapi juga berdampak destruktif terhadap keharmonisan rumah tangga serta merusak kepercayaan publik secara masif terhadap korps bhayangkara.
Sebagai alat negara yang diamanahkan untuk mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat, personel Polri dituntut untuk berdiri di garda terdepan sebagai teladan moral. Oleh karena itu, Kapolres secara lugas meminta seluruh anggotanya agar tidak coba-coba bersinggungan dengan aktivitas terlarang yang dapat mencoreng marwah institusi Polri di mata publik.
“Jaga diri, jaga keluarga, dan jaga institusi. Hindari segala bentuk pelanggaran, termasuk judi online, karena dapat berdampak buruk terhadap kehidupan pribadi, keluarga maupun pelaksanaan tugas,” tegas AKBP Devi Sujana di hadapan barisan personelnya.
Lebih lanjut, perwira menengah Polri berlatar belakang resor dan operasional ini merinci bahwa pengawasan internal tidak hanya berfokus pada pemberantasan judi online semata. Lebih luas dari itu, seluruh personel Polres Maros diingatkan untuk senantiasa menaati setiap ketentuan perundang-undangan serta kode etik profesi yang berlaku. Setiap tindakan di lapangan maupun kehidupan sosial sehari-hari harus senantiasa diukur agar tidak mencederai rasa keadilan di tengah masyarakat maupun meruntuhkan kepercayaan publik yang selama ini telah dibangun dengan susah payah.
Dalam arahannya, AKBP Devi Sujana juga mendorong terciptanya kultur pengawasan yang partisipatif di lingkungan internal satuan kerja Polres Maros. Ia berharap agar para kepala satuan (Kasat), perwira pengawas, hingga sesama rekan sejawat dapat saling mengawasi dan saling mengingatkan agar setiap personel tetap berada pada koridor disiplin yang benar serta menjunjung tinggi profesionalisme kerja.
Pendekatan preventif ini dinilai sangat penting di era keterbukaan informasi saat ini, di mana setiap gerak-gerik aparat penegak hukum senantiasa berada di bawah sorotan tajam masyarakat luas melalui berbagai platform media sosial. Kelalaian kecil oleh oknum individu dapat berdampak besar terhadap citra positif institusi secara nasional.
Menutup arahannya di hadapan apel pagi tersebut, Kapolres Maros membakar semangat para anggotanya untuk menjadikan nilai-nilai moral dan profesionalisme sebagai kompas utama dalam menjalankan tugas kepolisian sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa pengabdian sebagai abdi negara harus dilandasi dengan ketulusan dan tanggung jawab moral yang tinggi.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab disertai keikhlasan dan jadikan disiplin serta integritas sebagai landasan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas AKBP Devi Sujana, mengakhiri arahannya dengan penuh penekanan. (**)













