MAROS — Kepedulian terhadap masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih kembali ditunjukkan Kerukunan Wargi Sunda Maros (KWSM). Setelah sebelumnya mendistribusikan bantuan air bersih di sejumlah wilayah, KWSM kembali menjadwalkan aksi sosial untuk membantu warga terdampak kekeringan di Kabupaten Maros.
Aksi lanjutan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu hingga Minggu, 3–4 Oktober 2026, dengan sasaran utama masyarakat di Desa Bori Masunggu, Kecamatan Maros Baru.
Dalam kegiatan tersebut, KWSM menyiapkan sekitar 60 mobil pickup yang membawa air bersih dengan total sekitar 150 kubik.
Sebelumnya, pada 26–27 September 2026, KWSM telah mendistribusikan sekitar 35 mobil pickup atau kurang lebih 70 kubik air bersih ke sejumlah wilayah di Kabupaten Maros.
Bantuan tersebut disalurkan ke beberapa wilayah yang mengalami keterbatasan air, di antaranya Kelurahan Pattiro Deceng, Kelurahan Soreng dan Desa Marannu di Kecamatan Lau.
Kemudian di Kecamatan Maros Baru, distribusi dilakukan di wilayah Seng Kalantang, Kelurahan Baji Pa’mai. Sementara di Kecamatan Bontoa, bantuan air bersih disalurkan kepada warga Desa Tunikamasea.
Koordinator pelaksana kegiatan KWSM, Kang Al, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Wargi Sunda yang berada di Kabupaten Maros terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.
Menurutnya, KWSM tidak hanya menjalankan kegiatan sosial untuk internal komunitas, tetapi juga berupaya mengambil bagian sebagai masyarakat Kabupaten Maros dalam membantu warga yang menghadapi persoalan kekeringan.
“Ini merupakan bentuk kepedulian Wargi Sunda yang ada di Maros. Kami ingin ikut membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Kang Al.
Ia mengatakan, kondisi kekeringan di sejumlah wilayah menjadi perhatian KWSM sehingga distribusi air bersih dilakukan secara langsung ke lokasi yang membutuhkan.
Kegiatan sosial tersebut turut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, antara lain CV Sunda Mandiri Konstruksi, Al One Grup, Purna Wanita Praja Maros, Makremp, Pemancingan Baji Pa’mai, Nasi Uduk Cianjur dan AM Decoration.
Kang Al menambahkan, keberadaan Wargi Sunda di Kabupaten Maros cukup besar. Tercatat lebih dari 1.000 warga Sunda bermukim di berbagai wilayah Maros dengan latar belakang pekerjaan dan profesi yang beragam.
“Keberadaan Wargi Sunda sudah menjadi bagian dari masyarakat Maros. Karena itu, kami ingin terus berkontribusi melalui kegiatan sosial seperti penyaluran air bersih ini,” katanya.
KWSM berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama berlangsungnya kondisi kekeringan. Distribusi air bersih juga diharapkan dapat meringankan beban warga yang harus memenuhi kebutuhan air sehari-hari di tengah terbatasnya sumber air.













