• Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
Wednesday, October 28, 2026
Tujuhdetiknews
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Opini
  • Beranda
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
TujuhDetikNews
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Opini

Antrean SPBU Picu Kemacetan di Poros Maros–Pangkep, Dishub Ungkap Dilema Penanganan di Lapangan

Red-01 by Red-01
19/10/2026
in Regional
Antrean SPBU Picu Kemacetan di Poros Maros–Pangkep, Dishub Ungkap Dilema Penanganan di Lapangan

MAROS — Pemandangan antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sepanjang jalur poros Maros–Pangkep kembali menjadi sorotan publik. Kendaraan yang mengular hingga menggunakan bahu dan badan jalan kerap dikeluhkan pengguna jalan karena dinilai memicu kemacetan parah serta membahayakan keselamatan berlalu lintas.

Menanggapi persoalan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Maros mengakui bahwa fenomena antrean SPBU kini telah menjadi salah satu hambatan utama kelancaran arus lalu lintas di jalur lintas kabupaten tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Maros, H. A. Abbas Maskur, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Langkah cepat telah diambil dengan membangun koordinasi lintas sektor guna memetakan sekaligus mencari formulasi solusi atas persoalan menahun ini.

“Langkah awal yang pernah kami lakukan, kami undang stakeholder yang terkait, termasuk para pelaku usaha SPBU yang ada di Maros. Kami undang bersama anggota, termasuk Pak Kasatlantas sendiri, untuk melakukan koordinasi bagaimana kira-kira solusi atau langkah-langkah yang harus kita ambil,” ujar Abbas saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026).

Dari hasil koordinasi tersebut, Abbas mengungkapkan bahwa para pengelola SPBU pada dasarnya menyambut baik dan bersikap kooperatif. Pemilik usaha bahkan berkeinginan untuk menata armada langganan mereka agar masuk penuh ke dalam area SPBU.

Namun, niat baik tersebut berbenturan dengan realitas di lapangan. Mayoritas area SPBU di sepanjang jalur poros tidak memiliki daya tampung lahan yang memadai, terutama bagi armada kendaraan besar atau truk bermuatan berat yang membutuhkan ruang parkir luas.

“Pihak SPBU ini merespons baik. Beliau ingin melakukan dengan langganan armada-armada yang masuk di SPBU itu ingin menampung, cuma keterbatasan lokasi yang ada di SPBU itu juga menjadi masalah,” jelasnya.

Di samping langkah persuasif bersama pengelola, Dishub Maros juga terus menyiagakan petugas di titik-titik rawan kemacetan. Pengawasan difokuskan pada jam-jam sibuk, yakni pagi dan sore hari, guna mengingatkan para sopir agar tidak memarkir kendaraan secara sembarangan di badan jalan.

Kendati demikian, Abbas mengakui penertiban di lapangan menghadapkan petugas pada posisi yang dilematis. Di satu sisi, kelancaran arus lalu lintas wajib dijaga, tetapi di sisi lain, para pengemudi memiliki kebutuhan mendesak untuk mendapatkan bahan bakar demi melanjutkan perjalanan.

“Kondisinya memang sangat-sangat memprihatinkan, bahwa sopir ini mempunyai kebutuhan atau kepentingan yang juga mendesak. Barangkali juga kita pahami bahwa kalau kita melakukan tindakan yang lebih, pastinya sopir juga akan mengambil tindakan yang tidak kita inginkan,” terangnya.

Pendekatan humanis pun terpaksa diambil agar penataan lalu lintas tidak memicu gesekan atau aksi protes dari para pengemudi armada di lapangan.

Persoalan lain yang membayangi efektivitas pengawasan adalah keterbatasan jumlah personel Dishub Maros. Meskipun penugasan telah diatur melalui surat resmi hingga hari libur dan akhir pekan, jumlah anggota yang minim acap kali membuat pengawasan tidak berjalan optimal.

“Kami tetap melakukan pengawasan, tetap memberikan tugas kepada teman-teman atau bawahan kami untuk melakukan penguraian. Kami berikan tugas di pagi hari dan sore hari,” tegas Abbas.

Namun, faktor kelayakan fisik dan kendala mendadak juga memengaruhi kehadiran personel di lokasi penugasan.

“Adapun kondisi lapangan, anggota kami itu terkadang juga tidak maksimal. Kenapa? Disebabkan penugasan dan jumlah orang yang terbatas juga, terkadang ada yang tidak datang, ada yang sakit. Itu barangkali yang memberikan bahwa tidak nampak di lapangan, padahal dia bertugas di hari-hari tersebut,” tuturnya menambahkan.

Penanganan persoalan antrean kendaraan di bahu jalan ini membutuhkan komitmen berkelanjutan dari segenap pihak—mulai dari sinergi Dishub, Satlantas Polres Maros, komitmen pengelola SPBU, hingga kesadaran para sopir. Penataan jalur antrean yang terintegrasi menjadi kunci utama agar aktivitas perekonomian warga dan kelancaran lalu lintas di jalur utama Maros–Pangkep tetap berjalan seimbang. (Ac)

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kasat Narkoba Polres Maros Jadi Irup di SMAN 8 Mandai, Gelorakan Semangat “Narkoba No, Prestasi Yes”

Next Post

Related Posts

Manajemen RSUD Dr. La Palaloi Maros Bergerak Cepat Evaluasi Layanan IGD dan Beri Sanksi Tegas Petugas Keamanan
Regional

Manajemen RSUD Dr. La Palaloi Maros Bergerak Cepat Evaluasi Layanan IGD dan Beri Sanksi Tegas Petugas Keamanan

28/10/2026
Pesan Karutan Barru Sulsel untuk Warga Binaan di Hari Sumpah Pemuda ke-98
Regional

Pesan Karutan Barru Sulsel untuk Warga Binaan di Hari Sumpah Pemuda ke-98

28/10/2026
Darurat Kekerasan Remaja di Maros: Pelajar SMA Diduga Tikam Siswa SMP di Kawasan ‘Ujung Landasan’ Bandara
Regional

Darurat Kekerasan Remaja di Maros: Pelajar SMA Diduga Tikam Siswa SMP di Kawasan ‘Ujung Landasan’ Bandara

28/10/2026
Next Post

POPULAR NEWS

Polsek Lau Maros Ringkus Empat Pelaku Pencurian Sapi, Tiga Ekor Ternak Sempat Dijual Rp24 Juta

Polsek Lau Maros Ringkus Empat Pelaku Pencurian Sapi, Tiga Ekor Ternak Sempat Dijual Rp24 Juta

19/09/2026
Keluarga Dahlan paiben Tegaskan Kawal Kasus Pemukulan oleh Pengusaha Tambang di Tompobulu Hingga Tuntas

Keluarga Dahlan paiben Tegaskan Kawal Kasus Pemukulan oleh Pengusaha Tambang di Tompobulu Hingga Tuntas

30/03/2026

Arogansi Pemilik Alat Berat, Dua Warga Masale Maros Jadi Korban Penganiayaan

29/03/2026
RSUD dr. La Palaloi Maros Beri Klarifikasi Soal Isu Pelayanan IGD yang Sempat Viral, Tegaskan Komitmen Utamakan Keselamatan Pasien

RSUD dr. La Palaloi Maros Beri Klarifikasi Soal Isu Pelayanan IGD yang Sempat Viral, Tegaskan Komitmen Utamakan Keselamatan Pasien

27/10/2026
LKBH Bongkar Dugaan Penahanan Bayi oleh Rumah Quran di Maros, Kades Disebut Terlibat.

LKBH Bongkar Dugaan Penahanan Bayi oleh Rumah Quran di Maros, Kades Disebut Terlibat.

11/05/2026

EDITOR'S PICK

Puing Pamsimas Taipa Dibersihkan, LPHLH: Jangan Hilangkan Jejak Kegagalan Proyek!

Puing Pamsimas Taipa Dibersihkan, LPHLH: Jangan Hilangkan Jejak Kegagalan Proyek!

29/07/2026
Tiga Tahun Menanti, Warga Puntabba Rompegading Siap Gelar Aksi Damai Menagih Jembatan

Tiga Tahun Menanti, Warga Puntabba Rompegading Siap Gelar Aksi Damai Menagih Jembatan

28/08/2026
Menyoal Anggaran Motor Dinkes Maros Rp1,35 Miliar: Kebutuhan Pelayanan atau Sekadar Belanja Aset?

Menyoal Anggaran Motor Dinkes Maros Rp1,35 Miliar: Kebutuhan Pelayanan atau Sekadar Belanja Aset?

11/09/2026

26/07/2026
No Result
View All Result
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy