MAROS – Krisis air bersih di Kabupaten Maros akibat dampak kemarau ekstrem semakin meluas dan mengkhawatirkan. Lonjakan permintaan bantuan pasokan air bersih dari warga di berbagai wilayah terus mengalami peningkatan signifikan dari hari ke hari.
Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros cukup kewalahan dalam merespons seluruh permintaan pasokan air warga.
Guna memaksimalkan pelayanan serta mempercepat distribusi air bersih ke pemukiman terdampak, BPBD Kabupaten Maros mengambil langkah taktis dengan meminjam armada mobil tangki raksasa berkapasitas 10.000 liter milik PT Angkasa Pura.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Maros, Towadeng, S.H., membenarkan bahwa intensitas pemintaan bantuan air dari masyarakat saat ini sangat tinggi sehingga armada yang ada perlu diperkuat.
“Maraknya permintaan air bersih membuat kami cukup kewalahan untuk memenuhi seluruh kebutuhan warga yang terdampak kekeringan. Oleh karena itu, demi memaksimalkan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, kami meminjam mobil tangki berkapasitas 10 ribu liter milik Angkasa Pura,” ujar Towadeng.
Ia menjelaskan bahwa pinjaman armada dari pihak Angkasa Pura tersebut dialokasikan secara bergantian atau berbasis periode waktu tertentu.
“Mobil tangki berkapasitas 10 ribu liter ini dipinjamkan ke pihak kami per tiga hari. Kehadiran armada berukuran besar ini sangat membantu efisiensi dan kelancaran pendistribusian air bersih kepada masyarakat,” tambahnya.
Meski demikian, mengingat ukuran fisik kendaraan yang terbilang besar, operasional mobil tangki ini memilik keterbatasan jangkauan. Armada raksasa tersebut tidak memungkinkan untuk memasuki kawasan dengan akses jalan yang sempit.
“Penggunaan mobil tangki milik Angkasa Pura memang tidak dapat menjangkau area sempit seperti gang atau jalanan kecil. Karena itu, rute khusus mobil besar ini kami arahkan ke lokasi-lokasi yang akses jalannya cukup luas dan memadai,” terangnya.
Tidak hanya pemukiman warga, dampak kemarau dan kekeringan ekstrem ini juga mulai mengganggu fasilitas pelayanan publik, termasuk fasilitas kesehatan masyarakat. Petualangan distribusi air bahkan harus dilakukan secara lintas kecamatan demi memastikan layanan vital tetap beroperasi normal.
BPBD Maros tercatat menyisir dan menyuplai kebutuhan air mulai dari Puskesmas Lau hingga bergerak ke Kelurahan Kalabbirang di Kecamatan Bantimurung.
“Kami melakukan penyaluran lintas kecamatan secara marathon untuk terus memenuhi kebutuhan warga serta fasilitas publik akibat dampak kekeringan ekstrem ini,” tutup Towadeng. (Ac)













