Maros – Guna memastikan optimalisasi penggunaan serta keberlanjutan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) di tingkat petani, Dinas Pertanian Kabupaten Maros melalui Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) secara berkala. Kali ini, peninjauan lapangan difokuskan di Desa Tanete, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Jumat (6/11/26)
Kegiatan monitoring ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Sapras Dinas Pertanian Kabupaten Maros, Syamsul Bahri, bersama tim teknis lapangan. Kehadiran jajaran Dinas Pertanian di tengah kelompok tani setempat bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi fisik alat, mengevaluasi tingkat pemanfaatan, serta mendengar berbagai kendala yang dihadapi oleh para petani dalam mengoperasikan Alsintan bantuan pemerintah tersebut.
Dalam keterangannya di sela-sela kegiatan peninjauan, Kabid Sapras Dinas Pertanian Maros, Syamsul Bahri, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan seluruh Alsintan yang telah disalurkan benar-benar berfungsi dengan baik, tepat sasaran, dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian di daerah.
“Kehadiran kami di Desa Tanete ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mengawal bantuan yang telah diberikan kepada para petani. Kami ingin memastikan seluruh Alsintan yang ada tidak hanya mangkrak, tetapi benar-benar dirawat dengan baik dan dimanfaatkan secara maksimal untuk mengolah lahan pertanian, sehingga target percepatan tanam dan peningkatan produksi pangan di Kabupaten Maros dapat tercapai,” ujar Syamsul Bahri kepada tim redaksi.
Lebih lanjut, Syamsul Bahri menjelaskan bahwa alsintan seperti traktor roda empat, traktor roda dua, pompa air, hingga mesin panen (combine harvester) memegang peran krusial dalam era modernisasi pertanian saat ini. Penggunaan teknologi pertanian terbukti mampu memangkas biaya produksi, menghemat waktu pengolahan lahan, serta mengurangi tingkat susut hasil panen (loss harvest). Oleh karena itu, perawatan rutin dan manajemen kelompok yang transparan menjadi kunci utama agar manfaat alat tersebut dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan oleh seluruh anggota kelompok tani.
Selama kegiatan Monev berlangsung, tim dari Bidang Sapras juga melakukan dialog interaktif bersama para pengurus kelompok tani dan petani setempat. Dalam sesi diskusi tersebut, para petani menyambut baik kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh Dinas Pertanian Maros. Sejumlah petani menyampaikan apresiasi sekaligus mengonsultasikan beberapa kendala teknis ringan terkait perawatan mesin yang kerap mereka hadapi di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, tim teknis Dinas Pertanian langsung memberikan arahan, edukasi perawatan berkala, serta solusi praktis agar kelompok tani dapat mandiri dalam menangani pemeliharaan alat. Melalui kegiatan Monev yang intensif ini, Dinas Pertanian Kabupaten Maros berharap tingkat kepedulian dan rasa tanggung jawab kelompok tani terhadap aset negara semakin meningkat, sehingga sektor pertanian di Kabupaten Maros, khususnya di Kecamatan Simbang, dapat terus maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi. (Ac)













