MAROS — Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit dr. La Palaloi, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, melaporkan kondisi full bed atau kelebihan kapasitas pasien pada serah terima tugas (handover) dari jaga malam ke jaga pagi, Sabtu (31/10/2026). Tingginya angka kunjungan ini membuat pihak manajemen rumah sakit mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat luas.
Berdasarkan data laporan resmi IGD Umum RS dr. La Palaloi per tanggal 31 Oktober 2026, jumlah total pasien yang ditangani mencapai 41 orang, yang terdiri dari 22 pasien lama dan 19 pasien baru. Angka ini melampaui kapasitas ideal tempat tidur yang tersedia di IGD, yakni sebanyak 38 unit.
Kepala Ruangan IGD RS dr. La Palaloi, Ahmad Rasyid, S.Kep., Ns., mengungkapkan bahwa ruangan IGD saat ini sudah berada dalam kondisi over kapasitas.
“Ruangan IGD RS dr. La Palaloi sudah over kapasitas atau full bed, di mana dari tempat tidur yang tersedia sebanyak 38 unit, saat ini sudah ada 41 pasien yang dirawat atau diobservasi,” ujar Ahmad Rasyid dalam keterangannya.
Berdasarkan data medis yang dihimpun, penanganan pasien di IGD melibatkan berbagai spesialisasi medis dengan rincian sebagai berikut:
- Penyakit Dalam (Interna): 8 orang (5 stagnan, 1 pindah ke Ruang Teratai, 3 pindah ke Lantai 3)
- Bedah: 3 orang (2 Pulang Berobat Jalan/PBM, 1 stagnan)
- Neurologi (Saraf): 5 orang (2 pindah ke Lantai 3, 1 pindah ke Ruang Dahlia, 2 PBM)
- Kardiovaskular (Jantung): 3 orang (1 PBM, 2 stagnan)
- Anak: 10 orang (1 pindah ke Ruang Seruni, 1 pindah ke Ruang Anggrek, 4 stagnan, 4 PBM)
- Pulmonologi (Paru): 7 orang (2 stagnan, 5 PBM)
- Jiwa: 1 orang (pindah ke Ruang Dahlia)
- Observasi: 4 orang (1 acc pulang, 3 masih diobservasi)
Selain itu, tercatat pula data operasional penunjang yang meliputi 10 pasien observasi, 20 pasien transit, serta total pasien stagnan mencapai 30 orang. Pelayanan medis ini didukung oleh kesiapsiagaan tim yang terdiri dari 7 orang perawat jaga, 1 dokter definitif, 2 dokter penanggung jawab/isif, 1 orang evakuator, serta 1 petugas cleaning service.
Mengingat kapasitas tempat tidur IGD yang telah mencapai batas maksimal (full bed), pihak RS dr. La Palaloi mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Maros yang membutuhkan pertolongan darurat agar tidak langsung berbondong-bondong menuju rumah sakit.
Masyarakat disarankan untuk mendatangi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat terlebih dahulu guna mendapatkan penanganan kegawatdaruratan awal atau pertolongan pertama.
Jika setelah ditangani di Puskesmas pasien ternyata membutuhkan rujukan atau penanganan lanjutan di rumah sakit, proses tersebut nantinya akan difasilitasi secara resmi melalui aplikasi SISRUTE (Sistem Rujukan Terintegrasi) Online yang tersedia di setiap Puskesmas. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan yang efektif sekaligus mencegah penumpukan berlebih di IGD rumah sakit. (Ac)













