MAROS — Bupati Maros, A.S. Chaidir Syam, menerima kunjungan resmi dari rombongan Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris di Kawasan Wisata Dolly, Bunga Eja Desa Tukamasea Kec. Bantimurung Kabupaten Maros, pada Minggu (18/10/2026).
Kunjungan diplomatik ini bertujuan untuk memantau secara langsung implementasi Program SETAPAK (Selamatkan Hutan dan Lahan Melalui Perbaikan Tata Kelola).
Program ini berfokus pada pendampingan masyarakat yang bermukim di kawasan hutan, guna memastikan ketergantungan hidup mereka terhadap alam berbanding lurus dengan upaya pelestarian lingkungan.
Dalam peninjauan tersebut, Duta Besar Inggris beserta rombongan melihat langsung keberhasilan pemberdayaan warga di sejumlah titik pendampingan, seperti Kawasan Dolly dengan potensi wisatanya, Tompobulu (Gula Aren), serta beberapa wilayah lainnya di Maros dengan berbagai Potensi bukan kayu.
Melalui program ini, masyarakat dibina untuk memanfaatkan hasil hutan bukan kayu secara berkelanjutan tanpa merusak ekosistem.
Salah satu poin penting yang mendapat apresiasi tinggi dari pihak Kedubes Inggris adalah keberhasilan program dalam mendorong pelibatan aktif kaum perempuan.
Perempuan di sekitar kawasan hutan kini memegang peranan strategis, baik dalam tata kelola lingkungan lokal maupun peningkatan ekonomi keluarga berbasis produk ramah lingkungan.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menyampaikan kerja sama ini sejalan dengan komitmen Pemkab Maros dalam menjaga kelestarian alam, mengingat sekitar 40 persen wilayah Kabupaten Maros merupakan kawasan perhutanan.
“Kabupaten Maros telah mengusung dan melahirkan pendekatan Integrated Area Development (IAD) atau Pengembangan Kawasan Terpadu. Langkah ini mengintegrasikan perlindungan kawasan hutan dengan kesejahteraan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi dukungan dan perhatian Kedutaan Besar Inggris melalui Program SETAPAK yang memperkuat sinergi ini,” ujar Chaidir Syam di sela-sela penyambutan.
Kunjungan ini diharapkan dapat semakin mempererat kolaborasi internasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, pelestarian ekosistem hutan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis gender di Kabupaten Maros.(Ac)













