MAROS – Warga Dusun Mangara Bombang, Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros mendadak geger pada Senin siang (29/06/2026). Seorang pria ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di sebuah pohon bakau di area pematang empang setempat.
Korban diketahui bernama Adhim (36), seorang pria yang sehari-harinya bekerja sebagai pengepul barang bekas. Berdasarkan identitas yang ditemukan, korban merupakan warga Dusun Krajan, Desa Curah Malang, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Maros, penemuan ini berawal dari kecurigaan warga setempat yang menjadi saksi mata.
Dua hari sebelumnya, tepatnya pada Sabtu (27/06/2026), salah seorang saksi sempat melihat korban berjalan seorang diri di area pematang empang sekitar lokasi kejadian. Namun, kepastian mengenai kondisi korban baru terungkap pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 WITA.
Saksi yang kembali melintas di lokasi melihat korban berada di sekitar pohon bakau dalam posisi mencurigakan. Saksi sempat memanggil korban beberapa kali, namun tidak ada respons. Bahkan, saat saksi mencoba melemparkan benda ke arah korban untuk memastikan kondisinya, tetap tidak ada reaksi sama sekali.
Merasa ada yang tidak beres, saksi langsung kembali ke perkampungan warga untuk meminta bantuan. Bersama saksi lainnya, Dg. Sabang (60), mereka kembali ke lokasi dan mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung di pohon bakau dan diduga kuat telah meninggal dunia. Penemuan ini pun langsung dilaporkan ke pemerintah setempat dan pihak berwajib.
Mendapat laporan tersebut pada pukul 11.10 WITA, Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.
Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Maros. Setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Tim BPBD Maros langsung memasukkan jenazah korban ke dalam kantong mayat. Karena situasi darurat, jasad korban dievakuasi menuju Rumah Sakit La Palaloi dengan menggunakan kendaraan dinas Kalaksa BPBD Maros.
Kalaksa BPBD Maros, Towadeng, S.H., membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi media.
“Benar, tim kami bersama instansi terkait telah berhasil mengevakuasi korban dari lokasi kejadian. Setelah berkoordinasi dengan pihak berwajib, jenazah langsung kami bawa ke RS La Palaloi menggunakan kendaraan dinas guna proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Towadeng.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif serta penyebab pasti di balik kematian korban.













