MAROS — Dampak fenomena kekeringan ekstrem kini kian meluas dan mulai melanda wilayah yang sebelumnya dikenal berlimpah sumber air. Kecamatan Simbang, yang selama ini menjadi salah satu daerah surplus air di Kabupaten Maros, kini turut merasakan krisis air bersih yang cukup parah, khususnya di Desa Tanete.
Menyikapi kondisi yang kian memprihatinkan tersebut, PDAM Tirta Bantimurung Kabupaten Maros terus bergerak cepat dan berupaya maksimal untuk mengoptimalkan pelayanan pendistribusian air bersih bagi warga terdampak.
Direktur Utama PDAM Tirta Bantimurung Maros, Muhammad Shalahudin, membeberkan bahwa cakupan wilayah yang mengalami krisis air bersih saat ini memang semakin meluas. Desa Tanete yang dulunya memiliki pasokan air sangat mencukupi kini tak luput dari imbas cuaca panas ekstrem.
Sebagai langkah konkret dan solusi cepat, pihak PDAM bakal menambah armada operasional guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“InsyaAllah kita juga akan menambah 2 unit mobil pickup untuk layanan pengantaran kepada pelanggan yang terdampak, karena krisis air bersih sudah semakin meluas,” ujar Muhammad Shalahudin saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Kepala Desa Tanete, Takbir, mengungkapkan bahwa kondisi gelombang panas dan cuaca ekstrem saat ini sudah mulai sangat terasa dampaknya di wilayah pemukiman warga. Pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PDAM Tirta Bantimurung yang cekatan merespons keluhan warga Desa Tanete.
“Cuaca panas ekstrem ini memang sudah mulai berdampak di desa kami. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi bantuan air bersih dari PDAM Tirta Bantimurung ini,” kata Takbir.
Ia menambahkan, meski secara umum wilayah Desa Tanete sebelumnya terhitung memiliki cadangan air yang memadai, kondisi alam yang ekstrem belakangan ini memaksa pasokan air warga terus menyusut drastis.
Demi melayani seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan, petugas pdam bekerja tanpa kenal lelah. Mobil armada penyalur air bersih bolak-balik menyisir kawasan pemukiman warga dari pagi, siang, malam, bahkan kerap berlanjut hingga larut malam dan dini hari.
Komitmen pelayanan ini diharapkan dapat menekan dampak kekeringan dan memastikan seluruh warga Desa Tanete serta wilayah lain yang terdampak di Kecamatan Simbang tetap mendapatkan pasokan air bersih yang layak untuk kebutuhan sehari-hari. (Ac)













