7Detiknews , MAROS – Tantangan berat langsung menanti nakhoda baru Kepolisian Resor (Polres) Maros. Ketua DPD Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi dan Kriminal Khusus Republik Indonesia (LIDIK PRO) Kabupaten Maros, Ismar, S.H., mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan Kapolres Maros yang baru untuk bertindak tegas memberantas dugaan aktivitas pertambangan ilegal di wilayah hukum Maros.
Ismar menegaskan bahwa penindakan maraknya tambang bodong harus menjadi prioritas utama. Pasalnya, selain merusak ekosistem lingkungan dan mengancam keselamatan warga lokal, aktivitas ilegal tersebut jelas-jelas merugikan negara.
“Ini merupakan salah satu tantangan awal bagi Kapolres Maros yang baru. Masyarakat berharap ada langkah nyata, profesional, dan tegas terhadap setiap aktivitas pertambangan yang diduga ilegal tanpa pandang bulu,” tegas Ismar saat memberikan keterangan, Selasa (4/8/2026).
Ia mewanti-wanti agar penegakan hukum dilakukan secara transparan, berbasis data, dan terukur agar tidak memicu persepsi negatif masyarakat terkait adanya kesan pembiaran.
Ancaman Pidana 5 Tahun & Denda Rp100 Miliar
Ismar menambahkan, aktivitas penambangan tanpa izin resmi merupakan pelanggaran berat yang telah diatur dalam Pasal 158 UU No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Pelaku penambangan liar terancam hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar.
Tak hanya itu, jika terbukti menyebabkan kerusakan alam, para pelaku juga bisa dijerat pasal berlapis menggunakan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Sebagai bentuk komitmen, LIDIK PRO Maros menyatakan siap bersinergi dan menyuplai data maupun informasi investigasi demi mendukung langkah kepolisian.
“Kapolres yang baru harus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat Maros,” pungkas Ismar.
Sebelumnya, isu maraknya tambang ilegal di Kabupaten Maros memang sempat memicu sorotan publik dan kerap menjadi sasaran penindakan kepolisian setempat. Kehadiran pimpinan baru di Polres Maros kini dinanti untuk menuntaskan persoalan tersebut hingga ke akarnya.













