• Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
Wednesday, October 28, 2026
Tujuhdetiknews
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Opini
  • Beranda
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
TujuhDetikNews
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Opini

Ketegangan SPIDI Pesantren Darul Istiqomah Maros Memuncak, Aksi Saling Dorong Pecah Hingga Subuh Hari

Red-01 by Red-01
10/09/2026
in Regional
Ketegangan SPIDI Pesantren Darul Istiqomah Maros Memuncak, Aksi Saling Dorong Pecah Hingga Subuh Hari

MAROS – Suasana tenang di kawasan Sekolah Putri Darul Istiqomah (SPIDI) Pesantren Darul Istiqomah, Kabupaten Maros, mendadak berubah mencekam. Konflik internal yang telah bergejolak selama sepekan terakhir bukannya mereda, melainkan kian memanas hingga berujung pada aksi saling dorong antarkelompok di dalam kawasan pesantren yang berlangsung dramatis hingga subuh hari.

Eskalasi ketegangan yang memuncak sejak malam hingga menjelang fajar tersebut membuat situasi di area pondok semakin tak terkendali. Gesekan fisik dan ketegangan antarpihak yang berselisih tak hanya memperkeruh suasana, tetapi juga berdampak langsung pada psikologis para santriwati serta mengganggu secara total proses belajar mengajar yang seharusnya berlangsung kondusif.

Situasi ketidakpastian ini memicu keprihatinan mendalam dari jajaran tenaga pengajar di lingkungan pesantren. Salah seorang guru yang meminta identitasnya dirahasiakan mengonfirmasi bahwa dinamika internal yang bergejolak ini telah berlangsung selama seminggu penuh tanpa ada sinyal penyelesaian dari pihak-pihak yang berselisih.

“Sudah sepekan masalah ini bergulir dan jujur saja belum ada titik temu atau penyelesaian yang jelas. Puncaknya aksi saling dorong yang terjadi sampai subuh tadi sangat mengejutkan kami. Konsentrasi kami mengajar jelas terpecah, dan yang paling kasihan tentu anak-anak karena aktivitas belajar mereka jadi tidak maksimal,” ungkapnya dengan nada penuh kekhawatiran.

Dampak dari ketegangan yang terus berlarut dan diwarnai aksi fisik ini tak lagi hanya dirasakan oleh internal pengelola dan pengajar, tetapi juga memantik keresahan luar biasa di kalangan orang tua santri. Banyak dari mereka mengaku cemas akan keselamatan fisik, masa depan pendidikan, serta kenyamanan psikologis anak-anak mereka yang tengah menimba ilmu di pondok.

Salah satu orang tua santri menyampaikan rasa kecewanya atas ketidakjelasan situasi yang kian mengkhawatirkan ini. Ia mengaku sangat takut jika dinamika internal lembaga yang berujung pada keributan hingga dini hari tersebut sampai mengorbankan keselamatan dan hak anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang aman.

“Kami mempercayakan anak-anak kami di sini untuk belajar dengan tenang. Kalau konflik internal ini dibiarkan memanas terus hingga ada aksi saling dorong sampai subuh tanpa solusi cepat, tentu kami sebagai orang tua sangat khawatir akan keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan sekolah mereka,” ujarnya tegas.

Hingga berita ini diturunkan, dinamika di SPIDI Pesantren Darul Istiqomah Maros masih terus berkembang dan dalam pengawasan ketat. Para pengajar dan orang tua murid mendesak pihak pengurus, yayasan, serta aparat terkait untuk segera mengambil langkah tegas, duduk bersama menurunkan tensi, dan menyelesaikan perselisihan secara bijaksana demi memprioritaskan keselamatan dan kepentingan belajar para santri. (**)

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Polres Maros Bongkar Jaringan Sabu Moncongloe, Terduga Pelaku Asal Makassar Beserta Uang Rp16 Juta Diamankan

Next Post

Redaksi TujuhDetikNews.com Ucapkan Selamat Ulang Tahun Kepada Kasat Narkoba Polres Maros Sulsel

Related Posts

Manajemen RSUD Dr. La Palaloi Maros Bergerak Cepat Evaluasi Layanan IGD dan Beri Sanksi Tegas Petugas Keamanan
Regional

Manajemen RSUD Dr. La Palaloi Maros Bergerak Cepat Evaluasi Layanan IGD dan Beri Sanksi Tegas Petugas Keamanan

28/10/2026
Pesan Karutan Barru Sulsel untuk Warga Binaan di Hari Sumpah Pemuda ke-98
Regional

Pesan Karutan Barru Sulsel untuk Warga Binaan di Hari Sumpah Pemuda ke-98

28/10/2026
Darurat Kekerasan Remaja di Maros: Pelajar SMA Diduga Tikam Siswa SMP di Kawasan ‘Ujung Landasan’ Bandara
Regional

Darurat Kekerasan Remaja di Maros: Pelajar SMA Diduga Tikam Siswa SMP di Kawasan ‘Ujung Landasan’ Bandara

28/10/2026
Next Post
Redaksi TujuhDetikNews.com Ucapkan Selamat Ulang Tahun Kepada Kasat Narkoba Polres Maros Sulsel

Redaksi TujuhDetikNews.com Ucapkan Selamat Ulang Tahun Kepada Kasat Narkoba Polres Maros Sulsel

POPULAR NEWS

Polsek Lau Maros Ringkus Empat Pelaku Pencurian Sapi, Tiga Ekor Ternak Sempat Dijual Rp24 Juta

Polsek Lau Maros Ringkus Empat Pelaku Pencurian Sapi, Tiga Ekor Ternak Sempat Dijual Rp24 Juta

19/09/2026
Keluarga Dahlan paiben Tegaskan Kawal Kasus Pemukulan oleh Pengusaha Tambang di Tompobulu Hingga Tuntas

Keluarga Dahlan paiben Tegaskan Kawal Kasus Pemukulan oleh Pengusaha Tambang di Tompobulu Hingga Tuntas

30/03/2026

Arogansi Pemilik Alat Berat, Dua Warga Masale Maros Jadi Korban Penganiayaan

29/03/2026
RSUD dr. La Palaloi Maros Beri Klarifikasi Soal Isu Pelayanan IGD yang Sempat Viral, Tegaskan Komitmen Utamakan Keselamatan Pasien

RSUD dr. La Palaloi Maros Beri Klarifikasi Soal Isu Pelayanan IGD yang Sempat Viral, Tegaskan Komitmen Utamakan Keselamatan Pasien

27/10/2026
LKBH Bongkar Dugaan Penahanan Bayi oleh Rumah Quran di Maros, Kades Disebut Terlibat.

LKBH Bongkar Dugaan Penahanan Bayi oleh Rumah Quran di Maros, Kades Disebut Terlibat.

11/05/2026

EDITOR'S PICK

Soroti Kasus Eks Pejabat Kejaksaan, LKBH Maros: Ini Ujian Criminal Justice System, Bukan Perang Antar-Lembaga!

Soroti Kasus Eks Pejabat Kejaksaan, LKBH Maros: Ini Ujian Criminal Justice System, Bukan Perang Antar-Lembaga!

12/07/2026
Lama Buron, DPO Mafia Solar Akhirnya Diringkus Polres Maros; Lidik Pro Beri Apresiasi

Lama Buron, DPO Mafia Solar Akhirnya Diringkus Polres Maros; Lidik Pro Beri Apresiasi

13/04/2026
Tiga Tahun Menanti Kepastian, Direktur LKBHMI Cabang Makassar Minta Kapolda Sulsel Bertindak.   MAKASSAR — Lembaga Konsultasi Dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) Cabang Makassar meminta Kapolda Sulawesi Selatan yang baru memberikan perhatian serius dan segera menuntaskan penanganan perkara dugaan penutupan dan perintangan akses jalan umum yang terjadi di kawasan Pesantren Darul Istiqamah, Kabupaten Maros.  Persoalan tersebut disebut telah berlangsung selama kurang lebih tiga tahun hingga saat ini. Direktur LKBHMI Cabang Makassar menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut akses jalan umum serta kepastian hukum bagi masyarakat yang terdampak.  Perkara tersebut telah dilaporkan kepada Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan melalui Laporan Polisi Nomor: LP/B/336/IV/2026/SPKT/POLDA SULAWESI SELATAN, tertanggal 14 April 2026. Dalam laporan tersebut, dugaan perbuatan yang dilaporkan berkaitan dengan ketentuan Pasal 317 KUHP, yakni mengenai perbuatan setiap orang yang secara melawan hukum merintangi kebebasan bergerak orang lain di jalan umum. Adapun pihak yang dilaporkan dalam perkara tersebut adalah Mufassir, yang disebut sebagai pimpinan Pesantren Darul Istiqamah.  Bahwa akses jalan tersebut pada praktiknya digunakan oleh masyarakat sebagai jalan Kolketor (Jalan Umum) dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk akses keluar-masuk Warga Lokal, Warga Perumahan Fiiziya, Kegiatan Pendidikan, Mobilitas Tenaga Pendidik, Peserta Didik, serta kepentingan masyarakat lainnya, hal ini diperkuat dengan surat Keterangan Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros dengan Nomor: 499/145/01-1002/set tanggal 09 Oktober 2014 serta Surat Keputusan Bupati Maros Nomor: 021/KPTS/611.51/I/2015 Tentang  Penetapan Ruas Dan Fungsi Jalan Sebagai Jalan Kolektor Di Kabupaten Maros Tanggal 12 Januari 2015.  Direktur LKBHMI Cabang Makassar menyampaikan bahwa pihaknya meminta Kapolda Sulsel memastikan perkara tersebut mendapatkan penanganan secara profesional, objektif dan transparan. “Kami meminta Kapolda Sulsel yang baru untuk memberikan perhatian khusus terhadap laporan ini. Perkara yang berkaitan dengan akses jalan umum dan telah berlangsung kurang lebih tiga tahun tidak boleh dibiarkan tanpa kepastian penyelesaian,” ujar Direktur LKBHMI Cabang Makassar  Menurutnya, persoalan tersebut tidak semata-mata harus dilihat sebagai persoalan antara individu atau kelompok tertentu, tetapi juga menyangkut kepentingan masyarakat dalam memperoleh akses dan kebebasan bergerak di jalan umum.  Direktur LKBHMI Cabang Makassar Menegaskan, sebagai organisasi kemahasiswaan di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Islam, LKBHMI Berkewajiban melakukan social off conrol terhadap persoalan hukum dan hak masyarakat, HMI berkepentingan memastikan agar setiap laporan masyarakat mendapatkan penanganan yang sesuai dengan ketentuan hukum.  “Kalau memang terdapat dugaan tindak pidana, maka harus diproses berdasarkan hukum. Sebaliknya, apabila tidak ditemukan unsur pidana, masyarakat juga berhak mendapatkan penjelasan dan kepastian berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan,” lanjutnya.  Direktur LKBHMI Cabang Makassar juga menilai bahwa penyelesaian perkara tersebut penting untuk mencegah persoalan yang berkepanjangan yang berpotensi meningkatnya eskalasi konflik di tengah masyarakat. Terlebih, lokasi yang menjadi bagian dari persoalan merupakan kawasan pesantren yang menjalankan aktivitas pendidikan dan keagamaan. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat mengedepankan ketertiban, kepastian hukum dan penyelesaian berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.  Direktur LKBHMI Cabang Makassar berharap pergantian kepemimpinan di Polda Sulsel dapat menjadi momentum untuk memastikan perkara-perkara yang masih menyisakan persoalan di masyarakat mendapatkan penanganan secara profesional.  “Kami berharap Kapolda Sulsel yang baru dapat membuka ruang evaluasi terhadap perkara ini dan memastikan proses hukumnya berjalan sebagaimana mestinya. Jangan sampai masyarakat menunggu bertahun-tahun tanpa mengetahui kejelasan perkembangan perkaranya,” kata Direktur LKBHMI Cabang Makassar.

Tiga Tahun Menanti Kepastian, Direktur LKBHMI Cabang Makassar Minta Kapolda Sulsel Bertindak.

08/10/2026
Diduga Abaikan Surat Edaran Bupati Maros, Oknum Guru PPPK Nekat Rangkap Jabatan dan Kelola Dana BOS

Diduga Abaikan Surat Edaran Bupati Maros, Oknum Guru PPPK Nekat Rangkap Jabatan dan Kelola Dana BOS

22/10/2026
No Result
View All Result
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy