Maros – Kejanggalan dalam proses seleksi dapur MBG mulai terkuak. Sejumlah temuan di lapangan mengindikasikan bahwa dapur tersebut telah beroperasi meski di duga belum memenuhi standar kelayakan yang di tetapkan sejak awal. Sabtu, (11/04/2026).
Fakta ini memunculkan pertanyaan serius terhadap integritas proses penyeleksian. Bagaimana mungkin sebuah dapur bisa di nyatakan lolos verifikasi jika syarat administratif maupun teknis belum sepenuhnya terpenuhi, penelusuran kami menunjukkan adanya dugaan kelalaian, bahkan kemungkinan adanya pembiaran dalam proses verifikasi. ujar Ridwan.

Ketua DPC KSPSI Maros ini menyampaikan, “fungsi pengawasan tidak berjalan optimal sehingga dapur tetap beroperasi tanpa koreksi berarti. Ini bukan sekadar kesalahan teknis. Ada yang harus bertanggung jawab. Proses awalnya patut di pertanyakan.”
Selain itu, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak yang bisa di timbulkan kepada masyarakat, terutama jika standar operasional tidak di jalankan sebagaimana mestinya. ucapnya.

Lebih lanjut, sekertaris DPC KSPSI Maros (Sadikin), menambahkan, Kami menuntut transparansi dan audit menyeluruh terhadap : “Proses seleksi awal Tim verifikasi lapangan pihak yang memberikan rekomendasi kelulusan”.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait. Jika tidak segera di jelaskan, kasus ini berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengawasan yang ada. ujar sekertaris tersebut.
Saat ini DPC kspsi maros juga sedang menangani beberapa kasus ketenaga kerjaan yg bekerja sebagai relawan di dapur MBG.













