TUJUHDETIKNEWS, MAROS – Dampak kemarau ekstrem yang melanda Kabupaten Maros kian meluas dan memicu penurunan debit air secara drastis. Kondisi ini merembet pada terganggunya pasokan air bersih bagi puluhan ribu pelanggan PDAM Tirta Bantimurung, khususnya di wilayah Kecamatan Mandai.
Menyikapi krisis tersebut, armada dan personel PDAM Maros bergerak cepat melakukan aksi jemput bola. Tak main-main, layanan pengantaran air bersih secara gratis menggunakan truk tangki digenjot penuh selama 24 jam, bahkan beroperasi hingga subuh hari demi memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Pantauan di lapangan menunjukkan pengantaran difokuskan pada sejumlah kawasan pemukiman padat penduduk yang terdampak cukup parah, di antaranya Perumahan Lagosi, Grya Tamarampu, Graha Cemerlang, Perumahan PIB, serta beberapa titik pemukiman lainnya di Kecamatan Mandai.
Kasubag Pelayanan PDAM Maros, Subhan Latief, menjelaskan bahwa gangguan distribusi air bersih di wilayah Mandai terjadi akibat menyusutnya sumber air baku secara signifikan.
“Pelanggan yang terdampak di Kecamatan Mandai ini bergantung pada pasokan air bersih dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pattontongan. Saat ini kondisi sumber air baku di IPA Pattontongan sudah sangat mengering akibat cuaca ekstrem,” ujar Subhan Latief saat dikonfirmasi.
Meskipun menghadapi keterbatasan pasokan air baku, pihaknya berkomitmen penuh untuk meminimalisasi dampak krisis di tengah masyarakat dengan mengerahkan seluruh daya yang ada.
“Oleh karena itu, kami dari pihak PDAM Maros demi memenuhi kebutuhan pelanggan di Mandai rela memporsir penyaluran air tangki hingga waktu subuh. Tim di lapangan bekerja bergantian dari pagi, siang, malam, sampai subuh hari,” tambahnya.
Atas ketidaknyamanan yang terjadi selama musim kemarau ini, manajemen PDAM Tirta Bantimurung Maros menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh masyarakat dan pelanggan setia.
“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan jika pelayanan kami saat ini tidak maksimal seperti biasanya. Kondisi kemarau ekstrem ini merupakan kendala alam yang luar biasa, namun kami berjanji akan terus berupaya maksimal mendistribusikan air bersih sampai kondisi cuaca kembali normal,” pungkas Subhan. (**)













