MAKASSAR – Panggung pembinaan sepak bola usia dini di Sulawesi Selatan resmi menutup tirainya dengan penuh drama dan haru. Turnamen bergengsi Liga Anak Indonesia 2026 Regional Sulawesi Selatan sukses digelar dan berakhir dengan penuh kemeriahan pada Minggu (1/11/2026). Lapangan Emmy Saelan yang berlokasi di Jalan Hertasning Raya, Makassar, menjadi saksi bisu lahirnya talenta-talenta muda berbakat yang sukses mengunci gelar juara di kelompok usia U-10 dan U-12 setelah melewati partai final yang menguras emosi.
Sejak peluit pertama dibunyikan, persaingan di dua kelompok umur tersebut berlangsung sangat ketat. Di kategori Kelompok Usia U-10, laga puncak menyajikan bentrokan sengit antara SSB Remacob menantang SSB Tamalanrea 21. Kedua tim saling jual beli serangan dan menunjukkan kualitas permainan luar biasa di atas lapangan. Hingga waktu normal usai, skor imbang 1-1 tak terelakkan, memaksa laga harus ditentukan melalui drama adu tendangan penalti.
Dalam momen krusial tersebut, mentalitas para algojo SSB Remacob teruji lebih tangguh. Dari tiga penendang yang ditunjuk SSB Tamalanrea 21, satu eksekutor gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Sebaliknya, seluruh algojo SSB Remacob tampil dingin dan sukses menyarangkan si kulit bundar ke dalam gawang lawan. Hasil ini memastikan SSB Remacob keluar sebagai Juara U-10, sementara SSB Tamalanrea 21 harus legawa menduduki posisi runner-up.
Drama luar biasa juga kembali tersaji pada partai final Kelompok Usia U-12. Laga yang mempertemukan SSB Tamalanrea 21 dengan SSB Pallangga Gowa berlangsung sangat berimbang. Kedua tim tampil spartan dan mengakhiri laga dengan skor sama kuat 1-1 di waktu normal.
Pemenang pun lagi-lagi harus ditentukan lewat babak adu penalti yang menegangkan. SSB Pallangga Gowa akhirnya keluar sebagai pemenang setelah mengamankan skor 3-2 dalam drama adu penalti tersebut. Kemenangan manis ini membawa SSB Pallangga Gowa menyabet gelar Juara U-12, sedangkan SSB Tamalanrea 21 kembali harus puas menempati posisi runner-up di kategori ini.
Ketua Panitia Pelaksana, Rahdan Rahman, menyampaikan rasa bangganya atas suksesnya penyelenggaraan turnamen ini. Ia menilai seluruh pertandingan, khususnya di partai final, tidak hanya menyajikan tontonan yang menarik tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
Senada dengan hal tersebut, PIC Turnamen Liga Anak Indonesia 2026 Regional Sulawesi Selatan, Sofyan Haeruddin, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya memberikan ucapan selamat yang hangat kepada seluruh tim yang berhasil mengukir prestasi.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala UPTD SMP Negeri 48 Makassar ini menegaskan bahwa kejuaraan ini merupakan wadah krusial untuk menjaring dan memantau perkembangan bakat-bakat sepak bola sejak dini di wilayah Sulawesi Selatan.
“Anak-anak kita baru saja mempertontonkan pertandingan yang sangat menarik di dua kelompok usia. Memang di Sulawesi Selatan ini sangat banyak bibit dan talenta muda yang berpotensi menjadi pemain sepak bola profesional di masa depan,” ujar Sofyan penuh optimisme.
Tidak lupa, Sofyan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran peserta, pelatih, manajer tim, serta para orang tua yang tak kenal lelah memberikan dukungan penuh kepada anak-anak mereka sepanjang kompetisi berlangsung. Mewakili panitia, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama gelaran berlangsung masih terdapat kekurangan maupun kekeliruan dari pihak penyelenggara.
Tugas para sang juara belum selesai sampai di sini. Pihak panitia mengonfirmasi bahwa tim yang berhasil menyabet gelar juara di masing-masing kelompok usia berhak menjadi wakil resmi Sulawesi Selatan pada ajang Liga Anak Indonesia Tingkat Nasional. Kompetisi bergengsi tingkat nasional tersebut dijadwalkan bakal berlangsung pada pertengahan November 2026 mendatang di Kota Bandung, Jawa Barat.
Kelompok Usia U-10:
- 🏆 Juara I: SSB Remacob
- 🥈 Runner-up: SSB Tamalanrea 21
- 🥉 Juara Bersama III: SSB Basogi & SSB QDR
Kelompok Usia U-12:
- 🏆 Juara I: SSB Pallangga Gowa
- 🥈 Runner-up: SSB Tamalanrea 21
- 🥉 Juara Bersama III: SSB Hasanuddin & SSB JG Prime FC
Dengan resminya penutupan turnamen ini, harapan besar bertumpu pada pundak para atlet muda. Diharapkan ajang seperti ini terus memicu geliat pembinaan sepak bola di Sulawesi Selatan sehingga melahirkan pemain-pemain berbakat yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional. (**)













