TujuhDetikNews, MAROS — Komando Distrik Militer (Kodim) 1422/Maros menggelar kegiatan Pembinaan Komunikasi Mencegah Konflik Sosial di wilayah jajaran Kodim 1422/Maros. Acara bertajuk “Peran Seluruh Komponen Masyarakat dalam Mencegah Konflik Sosial di Wilayah Kabupaten Maros” ini berlangsung pada Rabu (19/8/2026) sore bertempat di Aula Kodim 1422/Maros, Jalan Dr. Ratulangi, Kelurahan Turikale, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 14.00 WITA tersebut bertujuan untuk memperkuat Deteksi Dini dan Cegah Dini (Katenik/Ceni) terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Maros melalui kolaborasi lintas sektoral.
Acara ini dihadiri langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 1422/Maros, Letkol Arm Agung Yuhono, S.E., serta Pabandya 2 Dalwasprog Spa Ban Rensi Intelad selaku Ketua Tim dari Pusat Intelijen Angkatan Darat (Pusintelad) Mabes TNI. Turut hadir jajaran Pejabat Utama (PJU) Kodim 1422/Maros dan para Bintara Pembina Desa (Babinsa) se-wilayah Kodim 1422/Maros.
Selain jajaran TNI, kegiatan ini mengandeng berbagai pihak strategis, di antaranya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Maros, Erwan, S.Sos., M.Si., serta Ipda Ahmad Muhajir, S.H., M.H. yang hadir mewakili Kasat Reskrim Polres Maros sebagai pemateri. Tampak hadir pula unsur Muspika, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan kelompok masyarakat, dan instansi terkait lainnya.
Dalam pemaparannya, Kepala Kesbangpol Kabupaten Maros, Erwan, S.Sos., M.Si., menyoroti fenomena kerawanan sosial yang tengah berkembang di Kabupaten Maros. Menurutnya, aksi kejahatan begal belakangan ini kian marak dan memprihatinkan karena sebagian besar pelakunya merupakan anak-anak di bawah umur.
“Guna mengantisipasi hal ini, dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi yang erat antara instansi pemerintah, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen warga. Kita harus saling bertukar informasi secara cepat, akurat, dan berkelanjutan agar perkembangan situasi di lapangan dapat terpantau. Deteksi dini dan pembinaan sejak awal adalah kunci agar kejahatan ini tidak semakin meluas,” tegas Erwan.
Sementara itu, perwakilan dari Polres Maros, Ipda Ahmad Muhajir, S.H., M.H., memaparkan bahwasanya sebagian besar konflik dan kasus hukum yang terjadi di wilayah Kota Maros sebenarnya berakar dari permasalahan internal keluarga atau lingkungan terdekat.
Ipda Ahmad Muhajir mengimbau masyarakat agar mengutamakan penyelesaian masalah secara kekeluargaan sebelum menempuh jalur hukum. Langkah ini dinilai efektif untuk meredam potensi konflik yang lebih besar.
“Di lapangan kami sering menemukan kasus-kasus yang sudah masuk ke proses hukum akhirnya dicabut kembali oleh pelapor karena ternyata masih ada hubungan kekeluargaan. Penyelesaian secara musyawarah dan kekeluargaan sejak dini jauh lebih efektif dalam menjaga keharmonisan warga, menghemat waktu, dan mempertahankan silaturahmi antarwarga,” jelasnya.
Komandan Kodim 1422/Maros, Letkol Arm Agung Yuhono, S.E., mengapresiasi keikutsertaan seluruh elemen masyarakat dalam kegiatan pembinaan ini. Beliau menekankan pentingnya peran aktif masyarakat sebagai mitra TNI dan Polri di lapangan dalam menjaga keamanan lingkungan.
Seluruh rangkaian kegiatan Pembinaan Komunikasi Cegah Konflik Sosial di Aula Kodim 1422/Maros ini berakhir pada pukul 16.00 WITA. Acara berjalan dengan lancar, tertib, dan dalam keadaan aman serta kondusif. (*)













