MAROS — Dampak fenomena iklim El Nino yang memicu kekeringan panjang kian meluas dan memprihatinkan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kondisi darurat air bersih yang melanda sejumlah wilayah memaksa jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros bekerja ekstra keras menyalurkan bantuan air bersih hingga dini hari.
Di Desa Pattontongang, Kecamatan Mandai, Kepala Desa bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat turun langsung ke lapangan untuk mengawal serta mendampingi tim BPBD Maros dalam mendistribusikan air bersih kepada puluhan warga yang telah menanti kedatangan armada tangki air, hingga Jumat dini hari.
Kepala Desa Pattontongang, Muh. Arsyad, mengungkapkan bahwa dampak fenomena El Nino tahun ini sangat dirasakan oleh masyarakatnya. Bahkan, wilayah Desa Pattontongang baru kali ini mengalami krisis air bersih separah ini.
“Kondisi El Nino ini sangat berdampak besar. Baru kali ini Desa Pattontongang mengalami krisis dan kesusahan air bersih seperti sekarang. Oleh karena itu, kehadiran bantuan air bersih ini sangat meringankan beban warga kami,” ujar Muh. Arsyad di sela-sela pengawalan distribusi air.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Maros, Towadeng, S.H., menegaskan bahwa wilayah Kabupaten Maros saat ini sudah masuk dalam kategori darurat air bersih. Tingginya lonjakan permintaan bantuan air dari masyarakat membuat personel di lapangan kewalahan memenuhi kebutuhan harian warga.
“Kondisi saat ini betul-betul berdampak luas. Terpantau dari banyaknya permintaan air bersih yang masuk setiap harinya. Bahkan, wilayah-wilayah yang biasanya kaya akan sumber air seperti di beberapa titik di Kecamatan Bantimurung dan Simbang, kini juga sudah mulai terdampak kekeringan,” jelas Towadeng.
Towadeng menambahkan, situasi semakin mengkhawatirkan lantaran debit air baku yang biasa diambil tim BPBD di daerah pasokan Bosowa kini sudah mulai mengering. Hal tersebut memaksa pihak BPBD mencari alternatif sumber air lain untuk didistribusikan kepada warga terdampak.
“Semalam anggota kami melakukan penyaluran air bersih di Desa Pattontongang, Kecamatan Mandai, dan jujur kami sangat kewalahan. Debit air yang biasanya diambil tim kami di daerah Bosowa sudah mulai mengering. Dengan terpaksa, kami memanfaatkan air PDAM Tirta Bantimurung yang berada di IPA Pattontongang untuk kita sedot dan bagikan langsung ke warga,” lanjutnya.
Krisis ini makin diperparah oleh penurunan debit air yang membuat Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pattontongang milik PDAM Tirta Bantimurung tidak mampu lagi mengalirkan air secara otomatis melalui jaringan pipa ke rumah-rumah pelanggan seperti biasanya.
“Air terbendung di IPA Pattontongang karena sudah tidak mampu lagi mengalir secara alami melalui pipa ke rumah warga. Olehnya itu, pihak kami mengambil tindakan cepat dengan cara menyedot air dari IPA Pattontongang tersebut untuk langsung dibagikan menggunakan armada tangki kepada masyarakat Desa Pattontongang,” pungkas Towadeng.
Sinergi antara Pemerintah Desa, TNI, Polri, dan BPBD Maros ini diharapkan dapat terus terjaga selama masa tanggap darurat kekeringan berlangsung, guna memastikan seluruh warga terdampak tetap mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. (Ac)













