MAROS – Dampak kemarau ekstrem yang dipicu oleh fenomena El Nino kian meluas dan memperparah krisis air bersih di Kabupaten Maros. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros kini mulai kewalahan melayani masifnya permintaan pasokan air dari warga. Situasi kian pelik lantaran sejumlah sumber air baku yang selama ini menjadi andalan BPBD untuk pengisian tangki juga mulai mengalami kekeringan.
Kondisi kritis ini salah satunya melanda Desa Pattontongang, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, yang kini resmi berstatus darurat air bersih. Ironisnya, di wilayah tersebut sebenarnya terdapat Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pattontongang. Namun, kekeringan parah membuat debit air merosot drastis sehingga sistem distribusi normal tidak lagi berfungsi.
Direktur Utama PDAM Tirta Bantimurung Maros, Muhammad Shalahudin, menjelaskan bahwa pasokan air di IPA Pattontongang saat ini sudah tidak mampu lagi mengalir secara otomatis melalui jaringan pipa ke rumah-rumah warga seperti biasanya.
“Air yang tersisa di IPA pattontongang tidak dapat mengalir secara otomatis ke rumah-rumah warga. Oleh karena itu, kami mengambil langkah antisipatif dengan memanfaatkan sisa air yang ada di IPA menggunakan mesin pompa (alkon) agar air tersebut tetap bisa didistribusikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” terang Muhammad Shalahudin.
Menanggapi situasi darurat tersebut, BPBD Kabupaten Maros bergerak cepat dengan mengerahkan 3 unit armada mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dan 3.500 liter untuk menyalurkan bantuan air bersih secara langsung kepada warga Desa Pattontogang. Petugas di lapangan bahkan harus bekerja keras menembus malam demi memastikan seluruh warga yang terdampak mendapatkan bagian air.
Kepala Desa Pattontongang, Muh. Arsyad, S.Kom., M.I.Kom, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas respons cepat dan sinergi yang ditunjukkan oleh BPBD Maros serta PDAM Tirta Bantimurung.
“Kami sangat mengapresiasi BPBD Maros yang terus bersinergi dengan pemerintah desa dalam melayani warga kami. Kondisi saat ini di desa kami memang sudah masuk kategori darurat air bersih. Kami sangat berterima kasih kepada tim BPBD dan PDAM Tirta Bantimurung atas atensi dan perhatiannya terhadap permohonan bantuan air bersih ini, bahkan para petugas rela bersiaga dan menyalurkan air hingga larut malam,” ujar Muh. Arsyad.
Demi memastikan proses penyerahan dan pembagian air berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran, Kepala Desa Pattontongang turun langsung ke lapangan bersama jajaran pilar desa, termasuk Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Sinergi seluruh elemen ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di tengah ancaman kekeringan panjang yang masih melanda wilayah Maros.(Ac)













