MAROS – Polres Maros terus memperketat pengawasan internal guna memastikan seluruh anggotanya terbebas dari segala bentuk potensi penyalahgunaan narkotika. Sebagai langkah konkrit dan preventif, Kasat Narkoba Polres Maros, Iptu Asri Arif, S.H., mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh personel Polres Maros untuk tidak mengonsumsi atau menggunakan rokok elektrik (vape).
Langkah pencegahan ini diambil mengingat makin beragamnya modus penyalahgunaan narkotika saat ini, salah satunya melalui cairan rokok elektrik (liquid) yang rawan disusupi zat-zat berbahaya dan terlarang tanpa terdeteksi secara kasat mata. Imbauan tersebut menjadi bentuk komitmen nyata Polres Maros dalam membangun lingkungan kerja yang bersih, disiplin, sehat, serta berintegritas tinggi.
Iptu Asri Arif menekankan bahwa aparat kepolisian memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk memberikan teladan yang baik di tengah masyarakat. Penggunaan perangkat vape yang sumber cairannya tidak jelas atau tak terverifikasi kandungannya dinilai dapat menjadi pintu masuk awal yang membahayakan.
“Personel harus menjadi contoh bagi masyarakat. Hindari penggunaan vape yang tidak jelas kandungannya dan jangan sampai menjadi pintu masuk penyalahgunaan zat berbahaya maupun narkotika,” tegas Iptu Asri Arif, Selasa (15/9/2026).
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh personel untuk memperketat benteng pertahanan diri dan saling mengingatkan antarrekan kerja. Menurutnya, integritas institusi kepolisian sangat dipertaruhkan jika ada anggota yang terjerat ke dalam lingkaran penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
“Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri. Jangan memberi ruang sedikit pun terhadap penyalahgunaan narkoba,” tambah Iptu Asri Arif dengan nada lugas.
Imbauan intensif di tingkat jajaran Polres Maros ini juga selaras dengan arahan dan komitmen pimpinan tertinggi Polda Sulawesi Selatan. Sebelumnya, Kapolda Sulsel Irjen Pol Djhuhandani Rahardjo telah mengeluarkan penekanan keras kepada seluruh jajaran personel di wilayah hukum Polda Sulsel tanpa terkecuali untuk menjauhi dan membabat habis penyalahgunaan narkoba di internal kepolisian. Penegakan disiplin ini diharapkan mampu menciptakan personel Polri yang presisi dan senantiasa dipercaya oleh masyarakat.
RUDY













