MAROS, TUJUHDETIKNEWS — Semangat gotong royong ditunjukkan para petani di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Petani dari dua desa, yakni Desa Bonto Matenne dan Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, saling berkolaborasi melakukan pengerukan irigasi persawahan yang selama ini mengalami pendangkalan serius.
Langkah cepat ini diambil para petani dengan memanfaatkan kondisi musim kering, sehingga alat berat dapat beroperasi dengan optimal membersihkan endapan lumpur dan gulma yang menghambat aliran air ke areal persawahan mereka.
Untuk mempercepat proses pengerukan, para petani sepakat melakukan swadaya mandiri dengan menyewa satu unit ekskavator (excavator) ukuran kecil. Biaya operasional alat berat tersebut mencapai Rp3 juta per hari yang murni ditanggung dari hasil patungan para petani setempat.
Dengan anggaran swadaya tersebut, pengerukan irigasi mampu mencapai panjang diameter hingga 300 meter per harinya. Hingga saat ini, pengerukan telah dilaksanakan selama dua hari dan berhasil membersihkan saluran irigasi seluas 600 meter dari titik nol lokasi pengerjaan.
Haruddin, salah satu anggota Kelompok Tani Makkatuwo, mengungkapkan bahwa penataan saluran irigasi ini sangat krusial bagi keberlangsungan tanam mereka. Menurutnya, selain mengeruk endapan, pengerjaan ini juga sekaligus menata ulang tanggul irigasi agar jalurnya lebih tertata rapi dan lebar saluran tidak kian bertambah meluas yang dapat merusak lahan di sekitarnya.
Para petani berharap aksi swadaya ini mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Mereka sangat mendesak agar Pemerintah Kabupaten Maros, pemerintah pusat, maupun instansi terkait dapat membangun fasilitas penampung air seperti bendungan atau dam. Pembangunan infrastruktur penampung air tersebut dinilai sangat vital agar air dapat dibendung dan didistribusikan secara adil serta merata ke masing-masing petak sawah milik petani, terutama saat memasuki musim kemarau.
Menanggapi aksi mandiri warga tersebut, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Syamsul Bahri, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesadaran dan semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh para petani di Desa Bonto Matenne dan Tenrigangkae.
Syamsul Bahri menegaskan bahwa pihak dinas tidak tinggal diam dan akan berupaya membawa aspirasi para petani ini ke tingkat yang lebih tinggi.
“Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros sangat mengapresiasi semangat gotong royong dari para petani di Desa Bonto Matenne dan Tenrigangkae. Insya Allah ke depan kami akan mengusulkan kegiatan perbaikan jaringan irigasi tersier, embung, dan dam parit atau kegiatan lainnya ke kementerian, apabila kondisi dan potensi yang dimiliki oleh petani sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan di lapangan,” ujar Syamsul Bahri saat dikonfirmasi.
Aksi kesadaran mandiri para petani ini diharapkan dapat menjadi pemicu percepatan bantuan infrastruktur pertanian dari pemerintah, guna menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di wilayah Kabupaten Maros. (Ac)













